Categories: KEPRI

Jangan Khawatir, Dinkes Pastikan Imunisasi Balita Dilakukan dengan Protokol Kesehatan

BATAM – Sejak pandemi Covid-19, tidak sedikit orang tua yang khawatir untuk mengunjungi pusat layanan kesehatan.

Bahaya penularan Covid-19 menjadi pertimbangan sendiri bagi orang tua yang memiliki bayi atau balita untuk membawa anaknya agar mendapatkan imunisasi rutin seperti halnya yang diungkapkan Idah (46), seorang Ibu yang memiliki anak balita dan tinggal di kelurahan Bengkong Indah, kecamatan Bengkong.

“Saya sangat khawatir juga sebenarnya untuk bawa anak saya keluar rumah (untuk imunisasi) saat ini karena daya tahan tubuh anak kan belum kuat,” terang Idah kepada Swarakepri.

Hal yang sama juga diungkapkan Riska (26), seorang Ibu yang memiliki 2 anak balita dan tinggal di kelurahan Tiban Indah kecamatan Sekupang. “Saya pribadi takut bawa anak untuk imunisasi di Puskesmas karena di Batam sendiri kan sudah ada balita yang terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.

Hingga Juni 2020, Dinas Kesehatan Kepri mencatat capaian imunisasi terhadap balita sudah mencapai 29 persen dari target 39,6 persen.

Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi, dr Indrike Caesaria mengatakan kegiatan imunisasi di tengah pandemi Covid-19 tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga orang tua tidak perlu khawatir.

“Orang tua tidak perlu takut karena pelaksanaan imunisasi tetap menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya dengan tetap menjalankan social distancing, wajib menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun, untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi petugas imunisasi terdekat,” jelas Indrike.

Ia menambahkan pelaksanaan imunisasi di daerah dengan tingkat penularan Covid-19 cepat dan massif, seperti di Batam, akan dilakukan di Puskesmas dengan sistem pengaturan jadwal untuk mencegah antrian yang menumpuk.

“Kalau di Posyandu kan tempatnya tidak besar, jadi kegiatan imunisasi difokuskan ke Puskesmas dan terjadwal, jadwal imunisasi juga akan disampaikan melalui media WA grup dengan anggota kader dan RT,” ungkapnya.

Di Indonesia sendiri ada dua jenis imunisasi, yakni Imunisasi Program dan Imunisasi Pilihan. Imunisasi Program adalah imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat di sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i).

Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain Hepatitis B, Polio, Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Pneumonia dan Meningitis, Campak dan Rubella. “Jadi imunisasi tetap berjalan untuk mengontrol PD3i agar tidak merebak di tengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

red.

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Logo IWO Resmi Terdaftar di Ditjen KI Kementerian Hukum

JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) pada perayaan Idulfitri 1446 Hijriah memberitahukan…

2 hari ago

Sidang Gugatan PTPN IV, Ahli Sebut Klaim Rp140 Miliar Terhadap Masyarakat Tidak Berdasar

RIAU - Sidang gugatan dan klaim PTPN IV regional III sebesar Rp140 Miliar terhadap Koperasi…

4 hari ago

Di Balik Yayasan Jumat Pagi, Ada Sosok Ir. Novrizal dan Relawan yang Tak Pernah Lelah

LINGGA – Dari langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, sebuah gerakan sosial bernama Jumat Pagi…

5 hari ago

Umumkan Idul Fitri 31 Maret 2025, Ketua MUI Siak Hulu Juga Sampaikan Hal Penting ini

RIAU - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Siak Hulu H. Azmi Tamin Aminullah resmi…

5 hari ago

Kerugian Negara Kasus Korupsi Revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar Masih Dihitung

BATAM - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Silvestre Simamora mengatakan kerugian negara…

1 minggu ago

PT. RBM Bangun Gedung Fakultas Kedokteran PTN Pertama di Kepri

KEPRI - PT. Rancang Bangun Mandiri (PT. RBM) resmi menjadi kontraktor pelaksana pembangunan Gedung Fakultas…

1 minggu ago

This website uses cookies.