Categories: BISNIS

Ketika Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas

Hirwaty Aris masih ingat betul perasaan bangga itu. Dulu, saat namanya dipanggil naik ke panggung untuk menerima beasiswa, dadanya terasa penuh kegembiraan. Kini, perasaan yang sama datang lagi bukan untuknya, melainkan saat menyaksikan anak-anaknya berdiri di panggung yang sama.

“Dulu saya bangga saat dipanggil naik ke panggung menerima penghargaan beasiswa. Sekarang saya merasakan kebanggaan itu lagi ketika anak-anak menerima beasiswa,” katanya.

Hirwaty adalah salah satu warga Sorowako, Luwu Timur sebuah kawasan tambang nikel yang tak hanya menyimpan kekayaan di dalam tanahnya, tetapi juga mulai merawat masa depan di atas permukaannya.

Di balik geliat industri, ada denyut lain yang tumbuh perlahan: anak-anak yang datang ke sekolah setiap pagi membawa mimpi mulia untuk menjadi guru, teknisi, perawat, hingga insinyur.

Bagi sebagian besar dari mereka, keluarganya adalah pekerja harian dan masyarakat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan kawasan industri. Sekolah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah jembatan untuk meraih masa depan cerah.

Jembatan itu dibangun lewat Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), yang mengelola pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga politeknik didukung oleh PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding industri pertambangan MIND ID.

Tujuh puluh persen siswa yang dibina yayasan ini berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar tambang. Bahkan ada taman kanak-kanak yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak masyarakat lokal tidak untuk anak karyawan perusahaan.

Program beasiswa Vale yang telah berjalan sejak awal 2000-an mencakup biaya sekolah, seragam, buku, hingga perlengkapan belajar.

Bagi keluarga seperti Hirwaty, bantuan itu bukan hanya soal uang melainkan soal kepercayaan bahwa masa depan anak-anaknya bisa berbeda.

“Semoga anak-anak lokal bisa kuliah tinggi dan bersaing. Saya ingin anak-anak saya lebih sukses dari saya,” ujarnya.

Mimpi itu kini punya jalan yang lebih terang. Di tingkat atas, Politeknik Sorowako hadir sebagai pusat pengembangan talenta industri di kawasan timur Indonesia. Sekitar 70 persen mahasiswanya berasal dari Luwu Timur — dan yang membedakannya dari institusi vokasi lain adalah satu hal: kebebasan.

Lulusan Politeknik Sorowako tidak terikat untuk bekerja di perusahaan yang mendirikannya. Mereka dibebaskan menentukan karier masing-masing, dibekali ijazah sekaligus sertifikasi kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Biasanya kalau perusahaan lain mendirikan politeknik itu untuk talent pooling mereka. Tapi kalau kita, mereka setelah lulus bebas mencari kerja dari mana pun,” kata Ketua YPS Firman Fauzie.

Hasilnya, sejumlah perusahaan kini justru aktif memantau lulusan Politeknik Sorowako, karena dinilai siap kerja tanpa perlu dilatih ulang.

Sekolah-sekolah di bawah yayasan pun telah mengadopsi kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran sains dan matematika, memberi anak-anak Luwu Timur standar belajar yang setara dengan siswa di kota besar.

Di tengah ambisi menuju Indonesia Emas 2045, kisah Sorowako mengingatkan pada satu hal yang kerap terlupakan: kekayaan sumber daya alam hanya bermakna jika manusia di sekitarnya ikut tumbuh melalui pendidikan.

Dari ruang-ruang kelas di Luwu Timur, generasi emas itu sedang dibangun atas satu mimpi, untuk Masa Depan Indonesia yang lebih cerah.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap…

57 menit ago

BINUS @Malang Gelar SheCodes Society Digital Leadership Academy untuk Dorong Perempuan Muda di Bidang STEM

Partisipasi perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari…

1 jam ago

KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026

Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni) tercermin dari…

2 jam ago

BRI Finance Permudah Kepemilikan Motor Premium Lewat Pembiayaan Bunga Mulai 0,7%

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kebutuhan akan kendaraan roda dua tidak lagi semata-mata…

7 jam ago

BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati…

7 jam ago

Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu

Banyak orang ingin menyimpan dana di deposito karena menawarkan bunga yang umumnya lebih tinggi dibanding…

7 jam ago

This website uses cookies.