Categories: BISNIS

Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menilai kebijakan Korea Selatan yang mengenakan bea anti-dumping hingga 33,43 persen terhadap baja canai panas (hot rolled coil/HRC) asal Jepang dan Tiongkok menegaskan bahwa perlindungan industri baja merupakan instrumen yang sah dan strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor industri nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa bahkan negara dengan industri baja paling kompetitif di dunia tetap mengandalkan kebijakan perdagangan untuk memastikan kompetisi berlangsung secara adil dan menjaga stabilitas industrinya.

Krakatau Steel Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global tersebut semakin memperkuat pentingnya penguatan industri baja nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan industrialisasi Indonesia.

“Krakatau Steel terus memperkuat daya saing melalui transformasi operasional, peningkatan efisiensi, dan pengembangan produk bernilai tambah guna memastikan industri baja nasional tumbuh berkelanjutan serta mampu mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Sebagai industri dasar, baja memiliki peran strategis dalam mendukung sektor infrastruktur, manufaktur, energi, dan konstruksi, sehingga keberlanjutan industri baja nasional menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional.

Perlindungan Industri untuk Menjaga Keberlanjutan Sektor Strategis

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji menjelaskan bahwa kebijakan yang dilakukan Korea Selatan mencerminkan respons rasional negara dalam menghadapi tekanan harga global akibat kelebihan kapasitas dan meningkatnya ekspor baja dunia.

“Langkah Korea Selatan menunjukkan bahwa perlindungan industri baja merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sektor strategis ketika kompetisi global mengalami distorsi,” ujar Widodo.

Industri baja Korea Selatan yang dikenal efisien dan berteknologi tinggi tetap menghadapi tekanan akibat harga impor yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan harga domestik. Dalam industri yang padat modal, tekanan harga tersebut dapat berdampak pada utilisasi kapasitas produksi, profitabilitas, dan keberlanjutan investasi jangka panjang.

Kondisi ini terjadi di tengah dinamika global yang ditandai oleh kelebihan kapasitas produksi baja dunia dan meningkatnya tekanan ekspor dari negara produsen utama. Situasi tersebut mendorong berbagai negara menggunakan instrumen perlindungan perdagangan yang sah dalam kerangka perdagangan internasional guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan industrinya.

Momentum Membangun Kemandirian Industri Strategis Nasional

Penguatan industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi melalui penguatan industri strategis dan hilirisasi.

Industri baja menjadi fondasi utama dalam menciptakan nilai tambah domestik, memperkuat struktur industri nasional, serta mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Krakatau Steel optimistis bahwa melalui penguatan daya saing dan transformasi berkelanjutan, industri baja nasional dapat terus berperan sebagai pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat kemandirian industri Indonesia.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Mini Soccer BRI Region 6 dengan berhasil meraih gelar…

24 menit ago

Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional

Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran…

30 menit ago

Menakar Daya Hidup Kemang, Episentrum Kosmopolitan Jakarta Hadapi Tantangan Aksesibilitas

Kemampuan Kemang dalam mengintegrasikan bisnis kuliner, komunitas ekspatriat, dan sejarah panjang galeri seni dalam sebuah…

43 menit ago

India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya…

44 menit ago

Bank Raya Perkuat Inklusi Keuangan Digital, Raih Best Bank Awards 2026

Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya kembali menorehkan prestasi melalui inovasi berkelanjutan pada berbagai…

48 menit ago

Bank Mandiri Taspen Perkuat Transformasi Digital, Ekosistem Silver Economy, dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Bank Mandiri Taspen optimistis menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat pada semester II 2026 melalui penguatan…

1 jam ago

This website uses cookies.