Categories: BISNIS

Krakatau Steel: Sinyal Ekspor Baja Tiongkok Momentum Perkuat Industri Nasional

Jakarta, 27 Januari 2026 – Rencana Pemerintah Tiongkok untuk kembali menerapkan rezim lisensi ekspor baja mulai Januari 2026 menjadi perhatian serius pasar baja global. Kebijakan ini hadir bersamaan dengan penegasan pengendalian output crude steel sepanjang Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), di tengah masih lemahnya permintaan domestik Tiongkok dan lonjakan ekspor baja yang memicu tekanan harga serta friksi dagang internasional.

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai kebijakan tersebut tidak dapat dibaca sebagai pengetatan pasokan secara otomatis. “Lisensi ekspor bukanlah kuota. Tanpa pembatasan volume yang eksplisit, kebijakan ini lebih berfungsi sebagai kontrol administratif dan kualitas, bukan instrumen struktural untuk mengurangi kelebihan pasokan global,” tulis Widodo dalam analisisnya pada laman SM Insights.

Optimisme Pasar yang Masih Dibayangi Ketidakpastian

Widodo menjelaskan, sebagian pelaku pasar berharap lisensi ekspor dapat menekan praktik ekspor agresif berharga rendah dari Tiongkok. Namun secara fundamental, kelebihan kapasitas baja global yang telah melampaui 600 juta ton membuat tekanan struktural tetap tinggi. Dalam kondisi tersebut, perubahan kebijakan Tiongkok lebih tepat dibaca sebagai perubahan struktur risiko, bukan solusi menyeluruh bagi pasar baja dunia.

Widodo juga menyoroti kontras tajam antara Indonesia dan negara lain dalam penggunaan instrumen perlindungan perdagangan. Saat negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, hingga negara-negara ASEAN secara aktif menerapkan puluhan hingga ratusan trade remedies, Indonesia saat ini hanya memiliki lima instrumen aktif di sektor baja.

“Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu pasar paling terbuka dan paling rentan terhadap limpahan surplus baja global, terutama jika kebijakan Tiongkok tidak benar-benar menurunkan volume ekspor,” tegas Widodo.

Momentum Kedaulatan Industri Baja Nasional

Menanggapi dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) memandang kebijakan Beijing sebagai sinyal penting yang harus disikapi secara cermat dan strategis. Perseroan menilai bahwa perubahan kebijakan global justru memperkuat urgensi penguatan industri baja nasional melalui kebijakan yang sejalan dengan praktik global dan kepentingan nasional.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu ragu dalam melindungi industri strategisnya.

“Kebijakan global tidak bisa kita kendalikan, tetapi desain kebijakan nasional sepenuhnya berada di tangan kita. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri baja nasional secara berkelanjutan,” tutup Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Perseroan memandang penguatan kebijakan baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur, dan menjaga ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan yang terarah dan selektif dinilai penting agar perlindungan pasar domestik berjalan beriringan dengan pengamanan pasokan bahan baku strategis bagi industri hilir.

About Krakatau Steel Tbk

Sekilas tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melangkah dalam KS Reborn yang mencakupi semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”. Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Tren Bisnis Skincare 2026: Mengapa Jasa Maklon Kosmetik Jadi Pilihan Utama UMKM?

Lanskap industri kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan grafik pertumbuhan yang…

8 menit ago

Hadapi Fluktuasi Suku Bunga, BRI Finance Andalkan Strategi Pendanaan Fleksibel

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana…

19 menit ago

Pertumbuhan F&B Jakarta Dorong Evolusi Hospitality Modern

Perkembangan sektor lifestyle dan food & beverage (F&B) di Jakarta tidak lagi sekadar mencerminkan pertumbuhan…

28 menit ago

KAI Daop 1 Jakarta Gandeng Komunitas Sadululur Sepoor Gelar Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Manggarai

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual…

2 jam ago

TIGGI BAND Rilis Single Reggae Terbaru, Hadir Membawa Nuansa Tropis Yang Santai

Single reggae terbaru hadir membawa nuansa tropis yang santai, hangat, dan penuh kebebasan. Dengan irama…

2 jam ago

PNBP Minerba Tembus Rp56 Triliun, Hilirisasi Smelter MIND ID Jadi Motor Penggerak

Program hilirisasi mineral memberikan dampak nyata terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba)…

3 jam ago

This website uses cookies.