Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), dinamika ini menjadi sinyal kuat pentingnya menciptakan level playing field demi menjaga keberlanjutan industri baja nasional.
Perseroan memandang penguatan kebijakan pengamanan perdagangan, pengendalian impor tidak wajar, dan konsistensi hilirisasi sebagai langkah penting untuk menjaga utilisasi kapasitas, keberlanjutan usaha, serta nilai ekonomi industri baja nasional.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa pengalaman global menunjukkan bahwa industri baja memiliki dimensi strategis bagi ketahanan ekonomi.
“Dalam kondisi distorsi pasar dan kelebihan kapasitas global, kebijakan yang memastikan persaingan usaha yang adil menjadi kunci keberlanjutan industri nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Pergeseran Global Tegaskan Baja sebagai Industri Strategis
Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights dalam tulisannya menyoroti transformasi Amerika Serikat dari pengawal liberalisasi perdagangan melalui World Trade Organization menjadi negara yang menerapkan proteksi industri baja secara sistematis. Penggunaan instrumen seperti tarif berbasis keamanan nasional menunjukkan bahwa baja diposisikan sebagai bagian dari ketahanan ekonomi dan keamanan negara.
Pergeseran kebijakan Amerika Serikat menjadi refleksi bahwa dalam situasi distorsi struktural global, perlindungan terhadap industri strategis bukanlah pilihan sementara, melainkan bagian dari arsitektur kebijakan jangka panjang.
Momentum Penguatan Industri Strategis
Sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat kedaulatan ekonomi, penguatan industri baja nasional menjadi fondasi transformasi industri bernilai tambah tinggi.
Krakatau Steel Group berkomitmen meningkatkan daya saing dan menjaga kepercayaan investor melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan. .
Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian…
TMG Hotel Tebet dengan bangga mengumumkan rebranding resmi restoran Kanteen menjadi Kanteen & Co., sebuah…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) sukses menyelenggarakan pameran otomotif di BRI Branch Office (BO)…
Di tengah dinamika perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kewirausahaan tidak lagi dipahami…
Jakarta, 5 Mei 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau kembali mengalami tekanan…
KAI Bandara mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur May Day yang berlangsung pada 30…
This website uses cookies.