Categories: BISNIS

Krakatau Steel & Universitas Pertahanan Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara industri strategis nasional dengan dunia akademik sebagai langkah nyata membangun kemandirian industri dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam agenda industry visit dan kuliah umum bertajuk “Kuliah Kerja Dalam Negeri” bersama civitas akademika Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Cilegon pada hari ini.  Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran wawasan antara industri dan perguruan tinggi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi nasional yang mampu menjawab tantangan geopolitik, ketahanan rantai pasok, hingga penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Industri Baja Jadi Fondasi Kemandirian Pertahanan

Direktur Infrastruktur dan Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menegaskan bahwa industri baja memiliki posisi fundamental dalam mendukung ketahanan dan kemandirian bangsa, termasuk dalam menopang industri pertahanan nasional.

“Penguatan industri baja nasional tidak dapat dilakukan sendiri oleh sektor industri, melainkan membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi melalui pengembangan riset, inovasi teknologi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelas Sidik.

Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel Group juga membuka ruang kolaborasi riset dan pengembangan dengan dunia akademik guna memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah tekanan global, guna memperkuat ekosistem industri strategis nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.

Kolaborasi Akademik dan Industri Dinilai Semakin Krusial

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya orkestrasi seluruh komponen bangsa, termasuk akademisi, industri strategis, pemerintah, dan unsur pertahanan dalam membangun ketahanan wilayah dan kemandirian nasional.

“Industri baja nasional memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem pertahanan dan ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat teori, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui pengembangan riset terapan dan inovasi berbasis kebutuhan nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dengan industri dinilai semakin penting dalam menciptakan talenta unggul yang memahami keterkaitan antara teknologi, industri, geopolitik, dan kepentingan strategis negara.

Sejalan dengan Asta Cita

Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bank Raya Dukung Lala Market Vol.11, Hadirkan Pengalaman Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong adopsi transaksi…

2 jam ago

Hadir di Lala Market Vol.11, Bank Raya Dorong Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas adopsi transaksi…

5 jam ago

Bank Raya Ajak Mahasiswa dan UMKM Tingkatkan Produktivitas Melalui Bank Digital

Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, Bank Raya terus memperkuat literasi keuangan…

5 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Lebih Teliti Jaga Barang Bawaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memperhatikan…

6 jam ago

Perluas Akses Investasi Aset Global Lewat Momentum Olahraga dan Gaya Hidup, Bittime Dukung Ancol Championship 2026

Jakarta, 1 Juli 2026 - Hadirkan perluasan akses investasi aset kripto lewat momentum olahraga dan gaya…

6 jam ago

Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI

PT Amerta Indah Otsuka melalui SOYJOY melanjutkan dukungannya bagi para ahli gizi dengan membawa semangat…

6 jam ago

This website uses cookies.