Laporan LSS menunjukkan bahwa penemuan yang dipimpin oleh pencarian dan rekomendasi produk membantu pembeli dalam proses pengambilan keputusan, dengan 94% pembeli menggunakan fungsi pencarian untuk menemukan produk di Lazada, dan 94% benar-benar membeli produk yang mereka temukan melalui pencarian. Selain itu, 71% pembeli membeli produk dari hasil fitur ‘Rekomendasi’ Lazada yang disesuaikan untuk pengguna.
Teknologi canggih Lazada, yang didukung oleh infrastruktur cloud Alibaba, adalah pendorong di balik penawaran yang ada di platform, mulai dari keterlibatan konsumen, pemberdayaan penjual, dan integrasi mitra.
Howard Wang, Chief Technology Officer Lazada Group menjelaskan bagaimana kecerdasan data perusahaan membantu merek dan penjual menargetkan audiens dengan lebih akurat, dan meningkatkan konversi. Wang berbagi bahwa ini semakin diperkuat dengan penggunaan augmented reality (AR), yang meningkatkan hasil bisnis dan meningkatkan pengalaman akan sebuah brand bagi pembeli.
Dia juga berbicara tentang teknologi AR Lazada yang memungkinkan pengguna untuk mencoba produk kecantikan secara real-time dengan hasil yang nyata, memungkinkan merek untuk memberikan pengalaman belanja virtual yang disesuaikan dan ultra-realistis.
Jakarta, 25 Maret 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) telah melaksanakan pembayaran…
PT Gauri Sinergi Semesta dengan bangga mempersembahkan Tamil Festival Indonesia 2025, sebuah konser musik Tamil…
Memilih sampo dengan surfaktan yang tidak membuat kulit kepala kering sangat penting untuk menjaga kesehatan…
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan…
Jakarta, 25 Maret 2025 – Keterlibatan PT Pelindo Solusi Logistik dalam mobilisasi unit KRL merupakan bentuk…
Saham Nvidia mengalami penurunan lebih dari 3% setelah konferensi teknologi tahunan GTC 2025 yang dijuluki…
This website uses cookies.