Categories: BISNIS

LindungiHutan Dorong Tebus Jejak Karbon dengan Penanaman Pohon

Setiap aktivitas harian seperti berkendara, menggunakan listrik, atau bepergian dengan pesawat secara tidak langsung berkontribusi terhadap emisi karbon yang mempercepat krisis iklim. Menjawab tantangan ini, LindungiHutan mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan jejak karbon mereka, sekaligus menawarkannya solusi nyata melalui program carbon offset berbasis penanaman pohon.

LindungiHutan, sebuah platform penggalangan dana lingkungan berbasis digital, mengembangkan fitur carbon offset yang memungkinkan individu maupun organisasi menghitung dan mengimbangi emisi karbon melalui penanaman pohon. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan publik dalam aksi iklim, dengan pendekatan yang mudah dijangkau dan berdampak langsung.

“Kami ingin mendorong kesadaran bahwa perubahan iklim bukan isu besar yang jauh dari kita. Jejak karbon bisa datang dari hal-hal sederhana, dan carbon offset adalah langkah awal untuk bertanggung jawab secara ekologis,” ungkap Alma, Product Manager LindungiHutan.

Menurut laporan Climate Transparency Report 2023, Indonesia menghasilkan lebih dari 600 juta ton emisi CO₂ per tahun. Dalam skala individu, satu kali perjalanan Jakarta–Bali dengan pesawat dapat menghasilkan lebih dari 250 kg CO₂ per orang. Di tengah tantangan ini, carbon offset hadir bukan sebagai pengganti perubahan gaya hidup, tapi sebagai pelengkap aksi mitigasi.

Fitur carbon offset LindungiHutan menggunakan kalkulasi berbasis standar emisi global dan menyarankan jumlah pohon yang ideal untuk menyerap emisi tertentu. Setiap pohon yang ditanam diproyeksikan menyerap rata-rata 4,6 kg CO₂ per tahun, dan perawatannya dilakukan oleh komunitas lokal di area hutan seperti Pesisir Bedono, Demak, Way Kambas Lampung, dan lokasi lainnya di seluruh Indonesia

Selain memberikan manfaat ekologis berupa penyerapan karbon, pohon-pohon ini juga memiliki dampak jangka panjang terhadap restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga ketahanan pesisir. Di sisi sosial, LindungiHutan memberdayakan komunitas lokal untuk menyediakan bibit, melakukan penanaman, dan merawat pohon selama masa hidupnya.

“Setiap pohon yang ditanam bukan hanya menyerap karbon, tapi juga menyerap harapan masyarakat lokal akan masa depan yang lebih baik,” tambah Edi, penggerak LindungiHutan dari Pulau Pari.

Selain fungsi ekologisnya dalam menyerap karbon dan memulihkan ekosistem, penanaman pohon juga melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga mendukung aspek sosial dan ekonomi di tingkat komunitas.

Seiring meningkatnya urgensi krisis iklim, pendekatan seperti carbon offset berbasis alam dinilai tetap relevan sebagai bagian dari upaya transisi menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan. Penting bagi masyarakat untuk tidak hanya memahami konsep emisi karbon, tetapi juga memiliki akses ke bentuk partisipasi yang konkret dan terukur.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

2 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

5 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

6 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

6 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

7 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

7 jam ago

This website uses cookies.