Categories: BISNIS

LindungiHutan Luncurkan eBook “Carbon Policy” untuk Dorong Transisi Karbon di Indonesia

Semarang 10 Oktober, 2025 — Menyadari peran besar Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim global, LindungiHutan meluncurkan eBook terbaru bertajuk “Carbon Policy: Pemanfaatan dan Status Hutan di Indonesia.” Publikasi ini dirancang sebagai bacaan ringkas dan berbobot untuk membantu para pengambil keputusan, praktisi CSR, serta pemimpin bisnis memahami arah kebijakan karbon nasional sekaligus potensi besar hutan Indonesia dalam mendukung ekonomi hijau.

Saat ini, Indonesia menempati posisi sebagai salah satu dari empat negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Perubahan tata guna lahan, terutama deforestasi, menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi tersebut. Data menunjukkan, dalam dua tahun terakhir (2020–2022), luas hutan di Indonesia menyusut dari 125,8 juta hektare menjadi 125,7 juta hektare. Penurunan ini turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan menurunkan kemampuan alam dalam menyerap karbon.

Melalui eBook ini, LindungiHutan menguraikan secara komprehensif bagaimana kebijakan karbon dapat menjadi solusi mitigasi perubahan iklim. Indonesia telah memperkuat komitmennya terhadap pengurangan emisi melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target penurunan hingga 43,20% pada tahun 2030 serta visi Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Kebijakan ini meliputi berbagai mekanisme seperti carbon pricing (nilai ekonomi karbon), carbon tax (pajak karbon), carbon trading (bursa karbon), dan carbon offset.

Keempat instrumen tersebut diuraikan secara aplikatif, membantu pembaca memahami bagaimana kebijakan tersebut dapat diintegrasikan dalam strategi bisnis berkelanjutan.

Sejak peluncuran IDXCarbon oleh Bursa Efek Indonesia pada September 2023, perdagangan karbon di Indonesia semakin terbuka bagi dunia usaha. Namun, eBook ini juga menyoroti sejumlah tantangan seperti peta jalan yang belum terstandar, keterbatasan sumber daya manusia profesional, serta kebutuhan regulasi yang lebih jelas terkait izin emisi lintas batas. Di sisi lain, Indonesia justru memiliki modal besar: kekayaan sumber daya alam yang menjadikannya pusat ekonomi hijau potensial di Asia Tenggara.

Laporan ini juga menegaskan pentingnya peran hutan sebagai penyerap karbon alami. Hutan mangrove, gambut, dan hutan kota menjadi fokus utama karena kemampuannya menahan emisi dan menjaga keseimbangan iklim. Indonesia yang menyandang predikat “paru-paru dunia” memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan hutan-hutannya tetap lestari dan produktif secara ekologis maupun ekonomi. Setiap jenis hutan dijelaskan berdasarkan fungsinya: mangrove menyimpan hingga 90% karbon di dalam tanahgambut menyerap hingga 60% beratnya dalam karbon organik, sementara hutan kota berperan penting dalam mengurangi polusi di kawasan padat penduduk dan industri.

Selain memberikan pemahaman ilmiah dan regulatif, eBook ini juga membahas aspek sosial dari kebijakan karbon, termasuk hak masyarakat lokal, partisipasi publik, serta sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) sebagai bagian dari tata kelola kehutanan yang adil dan transparan. Prinsip Free, Prior, and Informed Consent (PADIATAPA) dijelaskan sebagai pondasi partisipasi komunitas dalam setiap proyek karbon.

LindungiHutan, sebagai platform kolaborasi lingkungan berbasis teknologi, menerbitkan dokumen ini sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat literasi dan transparansi dalam implementasi kebijakan karbon nasional. Melalui pendekatan ilmiah namun praktis, eBook ini diharapkan menjadi referensi bagi kalangan profesional yang ingin memahami dan terlibat dalam ekonomi hijau Indonesia.

eBook “Carbon Policy: Pemanfaatan dan Status Hutan di Indonesia” dapat diunduh secara gratis melalui tautan  https://lynk.id/lindungihutan/Om4aqoE

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname…

10 jam ago

Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari…

10 jam ago

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Parepare, Januari 2026 - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare memastikan seluruh layanan terminal…

12 jam ago

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Lokasoka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan menggandeng ratusan UMKM lokal untuk menghadirkan koleksi hampers…

13 jam ago

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel…

13 jam ago

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Direksi PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menggelar pertemuan bersama komunitas pengguna KRL di Loko…

13 jam ago

This website uses cookies.