Categories: Voice Of America

Luka Infeksi Terkena Jerat, 3 Harimau Sumatera di Aceh Selatan Mati

Kemudian pada Kamis (26/8), BKSDA Aceh bersama dengan tim inafis dari Polres Aceh Selatan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan nekropsi terhadap bangkai tiga ekor harimau Sumatera itu. Berdasarkan hasil olah TKP, posisi ketiga individu harimau Sumatera yang mati terkena jerat ditemukan terpisah di dua titik lokasi.

Tim Inafis dari Polres Aceh Selatan saat melakukan indentifikasi terhadap tiga bangkai harimau Sumatera di Desa Ie Buboh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, (Courtesy: BKSDA Aceh)

“Satu titik induk beserta anakan. Lalu, anakan lainnya berjarak kurang lebih lima meter dari titik pertama. Usia kematian untuk harimau di titik pertama induk dan anakan kurang lebih (sudah) lima hari. Sedangkan, untuk yang anakan terpisah kematiannya kurang lebih (sudah) tiga hari,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, kondisi tiga harimau Sumatera tersebut sudah mulai membusuk. Induk terjerat di bagian leher dan kaki belakang sebelah kiri. Lalu, satu ekor anakan berada di dekat induk, terdapat jeratan pada leher. Sementara, satu anakan lainnya dalam kondisi terjerat yang mengenai kaki kiri depan dan belakang.

“Untuk indukan berusia kurang lebih 10 tahun. Sedangkan, untuk dua anakan jantan dan betina usianya kurang lebih 10 bulan,” jelasnya.

Harimau Sumatera yang siap dilepasliarkan di ekosistem hutan Leuser di Provinsi Aceh, 19 Juni 2020. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP)

Tim medis BKSDA Aceh juga mengambil sampel isi saluran cerna untuk dilakukan uji laboratorium di Puslabfor Mabes Polri agar mengetahui apakah ada penyebab lain yang membuat tiga harimau Sumatera itu mati.

Menurut Agus, kasus harimau Sumatera terkena jerat di wilayah tersebut merupakan yang pertama kali. Selama ini masyarakat di sekitar kawasan itu telah diberikan sosialisasi agar tidak membunuh satwa liar, termasuk harimau. Namun, kasus kematian tiga harimau Sumatera akibat jerat menjadi hal yang sangat disayangkan.

“Bukan hanya BKSDA saja di wilayah itu ada juga pengelola Tapak Kawasan. Mereka juga sudah bersama-sama melakukan upaya sosialisasi. Ke depan mungkin kami akan lebih tingkatkan lagi bagaimana sosialisasi ke masyarakat sekitar kawasan untuk tidak menggunakan alat-alat jerat, racun, (jerat) listrik, yang dapat melukai bahkan membunuh satwa liar,” tuturnya.

BKSDA Aceh mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian khususnya harimau Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Lalu, tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Page: 1 2 3

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…

11 jam ago

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…

13 jam ago

Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

15 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

15 jam ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

15 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

15 jam ago

This website uses cookies.