Categories: BISNIS

Mahasiswi Animasi BINUS University Aretha Jasmine Raih Prestasi Hingga ke Kancah International Melalui Karya Filmnya “Return Home”

BINUS University kembali membuktikan kualitas pendidikan dan kreativitas mahasiswanya hingga tingkat International. Aretha Jasmine, salah satu mahasiswa jurusan Animasi Fakultas School of Design, berhasil mengharumkan nama Indonesia dan BINUS University melalui karya tugas akhirnya di semester genap 2023/2024 yang lalu dengan judul “Return Home”.

Tentang film Return Home

Return Home bercerita tentang sebuah jamur yang tersesat dan menemukan sepatu yang hilang di rerumputan dan digunakannya sebagai rumah. Suatu hari, hujan badai yang lebat membanjiri pemukimannya. Tragedi ini membawa makhluk itu ke tempat di mana  semua misteri seputar asal usul sepatunya terungkap akhirnya terjawab. Seiring berjalannya cerita, terungkap dua perspektif tentang sepatu tersebut. Desain film ini didasarkan pada semiotika penceritaan. Dengan metode penelitian mendalam dan pendekatan kualitatif, Aretha terinspirasi untuk menulis cerita dongeng fantasi, eksperimental, dan drama dengan sedikit misteri.

Dari keunikan jalan cerita tersebut dan dengan pendekatan visual yang memukau membuat film Return Home yang awalnya sebagai tugas akhir semata membuahkan prestasi yang sangat membanggakan menjadikanya sebagai salah satu karya yang diapresiasi di berbagai ajang bergengsi international. Hal ini terbukti bahwa film Return Home berhasil meraih banyak penghargaan seperti Best Silent Movie 2024 dari Thilsri International Movie, Best Animated Short Film 2024 dari Makizmithran International Film Festival, Experimental Short Honorable Mention dari  Los Angeles Animation Festival 2024, International Comp. of Short Films Official Selection dari ICONA Animation Festival 2024, Student Shorts, dan masih banyak lagi.

Inspirasi bagi generasi muda

Keberhasilan Aretha Jasmine merupakan bukti nyata dari kreativitas Aretha dalam menghasilkan karya yang berkualitas serta menunjukan bahwa generasi muda bukanlah generasi yang lemah dan takut akan tantangan. Pencapaian Aretha Jasmine tidak hanya mencerminkan potensi besar yang dimiliki mahasiswa BINUS University, tetapi juga menunjukan komitmen universitas dalam mendukung kreativitas mahasiswa dan menjaga kualitas pendidikanya. Melalui film “Return Home”, Aretha menunjukan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di kancah international.

Dukungan BINUS University

Keberhasilan Aretha Jasmine tidak lepas dari  proses kreatif yang penuh dengan dedikasi serta tidak lepas dari dukungan para dosen pembimbing dari Aretha Jasmine yaitu Bapak Tengku Ega dan Bapak  Nashiruddin Alfath. Dalam hal ini, peran dosen pembimbing sangat penting dalam mendukung secara academic dan emosional tidak hanya memberikan arahan secara teknis tetapi juga mendukung pengembangan ide kreatif mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih dapat mengeksplor potensinya.

BINUS University, sebagai Institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan kreativitas mahasiswa memberikan fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung. Keberhasilan Aretha merupakan bukti nyata dari kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh BINUS University, khususnya dalam bidang animasi.

Selamat kepada Aretha Jasmine atas pencapaianya yang luar biasa! Semoga kisah suksesnya dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda untuk terus berkarya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI BO Kramat Jati Ramaikan Jakarta Kreatif Festival 2026

Perwakilan Pekerja BRI Branch Office (BO) Kramat Jati turut ambil bagian dalam kemeriahan Jakarta Kreatif…

10 menit ago

Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan…

3 jam ago

BRI Finance Perluas Jangkauan Pembiayaan Kendaraan melalui Mini Expo di Kantor Pusat BRI Sudirman

Jakarta, 3 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) segara gencar menghadirkan program…

3 jam ago

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta. Kedua jenama ini menyelenggarakan Liveable Art Soirée eksklusif berkonsep tinggi di Lumine, Ashta District 8, yang dihadirkan khusus bagi masyarakat SCBD yang dinamis dan sadar akan gaya. Pameran terkurasi ini dirancang untuk masyarakat urban modern yang menghargai desain bersih tanpa kompromi. Acara ini menyoroti keindahan struktural yang tajam dari atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) khas PURAGRAPH. Dengan lipatan struktural, garis asimetris, dan tirai monokrom arsitektural, jajaran busana ini menawarkan pendekatan intelektual yang tajam untuk pakaian kerja sehari-hari. Dipadukan dengan busana resort premium PURANA yang mengusung semangat “Livable Art,” koleksi ini menyajikan lemari pakaian serbaguna bagi para profesional metropolitan. “Lumine di Ashta District 8 merepresentasikan garda terdepan dari desain dan gaya hidup urban global,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Kolaborasi kami dengan Anton adalah paduan sempurna untuk lingkungan ini, membuktikan bahwa busana dekonstruktif berkonsep tinggi dan potongan resort yang mengalir dapat menjadi sangat fungsional dan nyaman untuk kehidupan kota sehari-hari. Menyatukan coretan kuas ‘Abundance’ yang ekspresif ke dalam motif dasar orisinal kami menghadirkan kemewahan resort yang bergerak anggun.” “Nuansa arsitektural modern di Lumine sangat cocok dengan garis-garis struktural berani yang saya tuangkan dalam koleksi ini,” tambah seniman kolaborator Anton Afganial. “Ini adalah karya seni yang dibangun untuk kisi-kisi perkotaan. Ketiadaan motif pada atasan Puragraph memungkinkan garis-garis dekonstruktif mentah dari struktur saya serta palet warna yang dinamis dari statement patch menonjol dengan kekuatan yang luar biasa.” “Ashta adalah rumah alami bagi identitas struktural Puragraph,” jelas Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Atasan dekonstruktif hitam dan putih polos kami dirancang khusus bagi para profesional SCBD yang menuntut gaya bersih, tanpa motif, namun sangat intelektual. Dengan menyulinkan karya seni Afganial menjadi selembar statement patch tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur.” Para tamu yang menghadiri Liveable Art Soirée satu hari ini akan menikmati konsultasi penataan gaya terkurasi, akses prioritas untuk potongan edisi terbatas, serta pilihan kemasan yang disesuaikan secara eksklusif. Supported by: YATS Colony · EVERNAILS · Four Pillars · Cha Co. Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta.…

3 jam ago

BP Tapera Telah Menyelesaikan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Temuan BPK RI Terkait Ketidaktepatan Sasaran pada Pemeriksaan Tahun 2025

Jakarta, 6 Juli 2026 – Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK di atas 90%…

4 jam ago

Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan…

8 jam ago

This website uses cookies.