Rubio juga mempertanyakan keputusan Amanda untuk memecat kepala seksi Mandarin saat itu, Sasha Gong, dan beberapa pegawai lain yang telah menentang perintahnya terkait durasi dan penanganan wawancara itu.
Kritikus Amanda menuduhnya tunduk pada tekanan pemerintah Tiongkok untuk membungkam Gui. Akan tetapi, kantor hubungan masyarakat VOA mengatakan bahwa peninjauan oleh pihak ketika atas insiden tersebut “menyimpulkan bahwa keputusan untuk membatasi wawancara langsung itu hanya didasarkan pada dan konsisten dengan panduan jurnalistik [VOA].”
Nominasi Amanda disetujui Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS secara berkelompok Juni lalu, yang berarti dirinya lolos bersama beberapa nomine jabatan lainnya tanpa dilakukan pemungutan suara.
“Kepemimpinannya penting pada saat bangkitnya otoritarianisme di seluruh dunia – untuk memastikan agar orang-orang yang hidup di bawah rezim represif, tidak hanya memiliki akses ke informasi akurat, tetapi juga dapat melihat contoh praktik jurnalisme yang sangat baik,” kata Duta Besar Karen Kornbluh, mantan anggota dewan pengurus USAGM, kepada VOA awal tahun ini./VOA
LRT Jabodebek lakukan sosialisasi Medical Check Up 2026 untuk memastikan pekerja sehat dan siap menjalankan…
Harga emas global memasuki pekan ini dengan potensi volatilitas yang tinggi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara…
Jakarta (13/4) – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS),…
KAI Logistik mencatatkan kinerja yang impresif melalui layanan ritel andalannya, KALOG Express. Sepanjang Kuartal I…
BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk…
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
This website uses cookies.