BATAM– Relokasi para pedagang pasar induk Jodoh akan dilaksanakan besok. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam, Yusfa Hendri, Selasa (29/10/2019).
“Kalau tidak ada halangan, rencana besok para pedagang di pasar induk Jodoh akan direlokasi ke bangunan baru yang telah disediakan,” tuturnya.
Ia menambahkan dalam penertiban nanti hampir 900 personil dikerahkan, namun tergantung surat dari Polres. Yusfa juga mengakui hingga saat ini masih ada penolakan dari beberapa pedagang, namun Ia juga mengatakan kebijakan tersebut merupakan pemberdayaan untuk para pedagang sendiri.
“Dalam penertibannya nanti tidak ada alat berat, dikosongkan bukan dirobohkan. Nanti ada truk untuk mengangkut puing-puing dan bangunan yang berada di ROW jalan, dan ada yang memasang rumah dari triplek di samping itu juga akan kita bongkar,” pungkasnya.
Sebelumnya pada Selasa (22/10) lalu, wakil wali kota Batam, Amsakar Achmad melakukan peninjauan ke pasar induk Jodoh untuk melihat kondisi terkini dan memastikan tidak ada pedagang yang tak terakomodir setelah ditertibkan oleh tim terpadu nantinya.
Terdapat 200 unit kios yang telah dibangun sebagai tempat relokasi para pedagang yang berjualan di pasar tersebut, selain itu juga ada gudang, dan tempat ibadah berupa Mushalla.
Penulis: Ivan
Editor: Rumbo
PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…
BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…
Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…
Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…
BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…
This website uses cookies.