BATAM – Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Wan Irham mengungkapkan musim angin utara bagi nelayan adalah musim panen ikan.
“Meski gelombang laut tinggi, hasil tangkapan nelayan meningkat pada saat musim angin utara karena nelayan kita mencari ikan di selat bukan di laut lepas sehingga musim angin utara justru membawa pengaruh positif bagi nelayan,” ungkap Irham kepada SWARAKEPRI.COM, pada Rabu (11/10/2017).
Namun sayang, minimnya alat tangkap yang dimiliki nelayan lokal menyebabkan nelayan tidak bisa melaut jauh untuk menangkap ikan.
Kendati demikian, pemerintah berencana menyejahterakan nelayan dengan mengadakan motorisasi alat tangkap. Tujuannya agar nelayan mampu melaut ke perairan yang lebih jauh dari area tangkapan biasanya dan mempunyai hasil tangkap yang lebih.
Dalam program tersebut, pemerintah akan melaksanakan konversi BBM menuju Bahan Bakar Gas kepada nelayan yang memiliki kapal kurang dari 13 GT.
“Sudah pernah didata dan sudah diusulkan, mungkin masih dalam proses di Kementrian. Nelayan yang nantinya mendapat bantuan subsidi bahan bakar gas dari pemerintah adalah nelayan yang memiliki kapal dibawah 13 GT,” pungkas Irham.
Hingga saat ini, Irham menerangkan bahwa nelayan Batam belum termasuk dalam kelompok yang mendapat bantuan bahan bakar gas dari pemerintah.
Penulis : CR 13
Editor : Siska
Memasuki tiga dekade kiprahnya sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional, PT Elnusa Petrofin (EPN),…
Kebutuhan biaya pendidikan di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Data Badan…
BATAM - Aryaguna Penan, oknum Pegawai Imigrasi Batam terjerat kasus liquid vape narkotika dan sudah…
Komitmen dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini membuahkan hasil. PT Monde Mahkota Biskuit melalui brand…
Di tengah dinamika sektor pertambangan, khususnya batu bara, industri pembiayaan saat ini mengadopsi pendekatan yang…
IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis…
This website uses cookies.