Categories: BISNIS

Oknum Pegawai BP Batam Diduga Gelapkan Lahan Warga

BATAM – Oknum pegawai Badan Pengusahaan(BP) Batam berinisial SM diduga telah menggelapkan lahan seluas 2600 meter persegi milik Soleh dan Andino yang berada di Kavling Sei lekop, Kelurahan Sei Pelunggut, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau.

 

Lahan yang sudah ditempati lebih dari 30 tahun tersebut rencananya akan dipecah Penetapan Lokasi(PL), yakni atas nama Soleh seluas 1000 meter persegi dan atas nama Andino seluas 1000 meter persegi, serta sisanya untuk kakeknya.

 

Soleh mengatakan dugaan penggelapan lahan tersebut berawal ketika dia dan keluarga meminta bantuan kepada SM untuk pengurusan lahan 2014 lalu. Namun, hingga sampai saat ini masih belum ada kejelasannya.

 

“Dia masih ada hubungan saudara dengan kami, makanya kami percaya saja dengannya,” ujar Soleh kepada AMOK Group dirumahnya, Senin(4/4/2016).

 

Menurutnya SM selalu menghindar jika dipertanyakan soal surat legalitas lahan yang diurus tersebut, padahal legalitas lahan itu sangat diperlukan untuk pengurusan berkas izin lahan usaha mereka.

 

“Ditelepon tidak pernah angkat, sms juga tak dibalas. Bahkan kami datangi kerumahnya juga selalu tidak ada,”bebernya.

 

Disisi lain kata Soleh, pada hari Jumat (1/4/2016) lalu, PT CKN justru datang ke lokasi dan membawa legalitas gambar Penetapan Lokasi(PL) yang telah di keluarkan oleh BP Batam untuk dijadikan bukti penggusuran.

 

“Wakil pengembang datang ke sini, mereka mau ganti rugi 25 juta. Sudah tiga kali mereka ke sini,” jelasnya.

 

Saat turun ke lokasi, kata Soleh, salah satu perwakilan PT CKN bertindak tidak sopan dengan berbicara kasar terhadap isterinya sambil mengancam akan seger meratakan lahan tersebut.

 

“Bilang sama suamimu, buldozer akan datang untuk ratakan tanah kalian,” ujar Andino menirukan perkataan perwakilan pengembang saat mengintimidasi istri Soleh.

 

Mereka berharap ada itikad baik SM untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena masih ada hubungan keluarga.

 

“Kan semua saudara mas, harusnya ada jalan musyawarah lah,” harapnya.

 

Meski demikian, Soleh dan Andino mengaku akan tetap memperjuangkan hak mereka, karena lahan tersebut merupakan warisan dari mendiang neneknya.

 

“Kami sekeluarga menempati tanah ini sudah lama mas, nenek saja lahir disini juga,” tegasnya.

 

Saat berita ini diunggah, SM dan pihak PT CKN belum berhasil di konfirmasi.

 

(red/dro/cr 4)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

The May Edit: Panduan Gaya Kurasi Tekstur Kontemporer untuk Agenda Long Weekend Idul Adha, Silaturahmi, Kondangan, hingga Hangout

Mei selalu membawa dinamika sartorial yang menarik. Di antara padatnya jadwal undangan pernikahan (wedding season),…

8 jam ago

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Kombinasi pasar digital yang besar, adopsi teknologi yang tinggi, dan dukungan regulasi menjadikan Indonesia sorotan…

8 jam ago

Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

PIK Avenue kembali menghadirkan lifestyle experience yang modern dan inovatif melalui EVOLUXE 2026, sebuah event…

8 jam ago

Tools AI Screening Saham no.1 Di indonesia

SahamPro (www.sahampro.com) resmi hadir sebagai terminal analitik saham berbasis AI yang dirancang khusus untuk investor…

9 jam ago

Menjadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang dari 1 Bulan

Api.co.id membuat gebrakan baru dengan menyediakan official whatsapp api termurah dan mendapatkan lebih dari 100…

10 jam ago

Bitcoin Pizza Day 2026: Harga Bitcoin Tak Semanis Tahun Lalu

Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap 22 Mei kembali menjadi momentum penting bagi komunitas kripto…

10 jam ago

This website uses cookies.