Oknum Pengurus Lokalisasi Sintai Diduga Gelapkan Uang Kas Ratusan Juta Rupiah | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Oknum Pengurus Lokalisasi Sintai Diduga Gelapkan Uang Kas Ratusan Juta Rupiah

BATAM – swarakepri.com : Oknum pengurus Pusat Rehabilitasi Sosial Non-Panti (PRSNP) Teluk Pandan atau dikenal dengan sebutan lokalisasi Sintai yang berada wilayah Tanjung Uncang, Batu Aji Batam berinisial Ji diduga menggelapkan uang kas organisasi sebesar 200 juta rupiah.

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa pengusaha bar yang ada di Teluk Pandan(Sintai) kepada SWARAKEPRI.COM, Sabtu,(19/4/2014).

Lourensyah Keitimo, salah satu pemilik bar mengatakan bahwa dugaan penggelapan uang kas organsisasi tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Batu Aji, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.

“Laporan kami sudah diterima Polsek Batu Aji, namun sampai sekarang belum diproses. Kami hanya dianjurkan untuk menyelesaikan masalah ini secara internal,” ujar Louren didampingi Heri dan Yoni selaku pemilik bar di Teluk Pandan.

Menurutnya bukti-bukti adanya penggelapan uang kas tersebut masih terus dikumpulkan untuk menguatkan laporan ke pihak kepolisian.

“Kami duga ada penggelapan uang kas Rp 200 juta. Bukti-bukti sudah kami miliki, yakni penggelapan uang sebesar Rp 73 juta dan Rp 50 Juta yang disebutkan Ji untuk biaya pengurusan revisi Perda Nomor 6 Tahun 2002 kepada Oknum anggota komisi I DPRD Batam,” jelasnya.

Louren mengatakan selain diduga menggelapkan uang kas organisasi, Ji juga diduga telah memperjualbelikan tempat usaha dan lahan yang ada di Teluk Pandan untuk keuntungan pribadi.

“Disini(sintai,red) ada larangan dari Dinsoskam Batam untuk memperjualbelikan dan menyewakan bar ke pihak lain, namun larangan itu tidak berlaku bagi Ji. Dia dengan seenaknya bisa menjual belikan bar dan lahan yang ada ke pihak lain,” terangnya.

Dikatakan Louren bahwa tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Ji sangat merugikan para pemilik bar yang ada di Teluk Pandan, karena sudah melenceng dari tujuan awal terbentuknya Pusat Rehabilitasi Sosial Non-Panti sebagai tempat pembinaan dan pengawasan terhadap Pekerja Seks Komersil(PSK).

“Saat ini banyak pemilik bar di Sintai yang sudah gulung tikar karena bar yang ada diperjualbelikan kepada pengusaha yang banyak modal. Kami ini modal terbatas, sementara kalau lahan dan bar yang ada diperjualbelikan ke pihak lain, kami bisa gulung tikar semua,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai adanya dugaan pemberian uang sebesar Rp 50 juta kepada oknum anggota Komisi I DPRD Batam oleh Ji untuk mengurus revisi Perda, Louren mengaku bahwa pihaknya sudah pernah mengklarifikasi langsung kepada oknum anggota dewan tersebut. Namun hal itu dibantah. Oknum anggota dewan tersebut juga sudah menjelaskan langsung dengan para pemilik bar di Sintai saat diadakan rapat.

Hingga berita ini diunggah, Ji belum berhasil dikonfirmasi awak media ini.(redaksi,1)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top