Peningkatan pembayaran supplier dan vendor sejalan dengan komitmen WSBP dalam memperkuat hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan yang didorong dengan strategi pemasaran dalam mengikuti tender yang prundent seperti mengidentifikasi risiko proyek, memastikan kredibilitas pelanggan, kecukupan pendanaan, serta membentuk tim khusus untuk penagihan utang. Selain itu, kebijakan pengelolaan keuangan yang berpegang teguh pada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) juga turut menjaga stabilitas finansial. Lebih lanjut, WSBP juga telah menerapkan program optimalisasi aset yang efektif guna meningkatkan likuiditas. Dengan strategi ini, perusahaan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Kami terus berupaya untuk terus meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, menjaga kepercayaan para mitra bisnis, serta memastikan keberlanjutan usaha dengan strategi yang prudent dan transparan. Dengan mengoptimalkan pengelolaan aset, menjaga likuiditas, serta terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, kami yakin WSBP dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fandy Dewanto Kepala Divisi Corporate Secretary.
Sebagai komitmen pembayaran kepada supplier dan vendor, WSBP juga secara konsisten memenuhi kewajiban dalam skema Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) sesuai Perjanjian Perdamaian yang telah disepakati. Sepanjang tahun 2024, perusahaan telah membayarkan CFADS tahap 3 dan 4 dengan total sebesar Rp169,31 miliar. Terbaru, pada 25 Maret 2025, WSBP juga telah merealisasikan pembayaran CFADS tahap 5 sebesar Rp106,36 miliar. Pembayaran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kelangsungan bisnis serta memenuhi seluruh kewajibannya guna memastikan operasional tetap berjalan optimal.
Dengan langkah-langkah strategis ini, WSBP optimistis dapat terus meningkatkan kinerjanya serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan efisiensi, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
WSBP berdiri pada 7 Oktober 2014 sebagai salah satu anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pada 20 September 2016, WSBP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik. WSBP terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan manufaktur beton pra-cetak terbesar di Indonesia melalui kontribusinya pada berbagai proyek infrastruktur di Tanah Air. Saat ini WSBP memiliki Precast Plant dan Batching Plant yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…
Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
This website uses cookies.