Categories: KESEHATAN

Perokok Aktif 4 Kali Lebih Berisiko Alami Kebutaan

JAKARTA – Kanker paru-paru bukan satu-satunya penyakit berbahaya yang dihadapi para perokok. Perokok juga empat kali lebih mungkin untuk mengalami kebutaan, para ahli memperingatkan.

Selain kanker yang mematikan dan penyakit jantung, bahan kimia dalam rokok dapat memicu perubahan biologis di mata, yang bisa memicu penyakit berbahaya. Ini berkaitan dengan usia degenerasi makula, penyebab utama kebutaan, katarak dan penyakit mata tiroid.

David Cartwright, ketua Eye Health UK, mengatakan, “Rokok menyebabkan kebutaan tujuh juta perokok di Inggris yang sebagian besar belum menyadari bahaya tersebut. Kurang dari 10 persen perokok yang menyadari rokok dapat memengaruhi kesehatan mata mereka.”

Setengah dari semua risiko kehilangan penglihatan di Inggris dapat dihindari, Cartwright mengungkapkan. Dan mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok adalah upaya terbesar, tambahnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal mengungkapkan, satu dari lima kasus degenerasi makula terkait usia dapat dihubungkan dengan konsumsi tembakau, di mana ada 120.000 kasus di Inggris.

Cartwright juga memperingatkan bahwa perokok sosial pun berisiko, setiap jumlah rokok yang dihisap dapat memengaruhi kesehatan mata.

Sedangkan perokok berat berisiko mengalami cacat penglihatan warna, seperti keracunan nikotin yang membuat seseorang sulit untuk membedakan warna dan rona antara merah atau hijau.

Cartwright mengatakan tes mata secara teratur sangat penting untuk semua orang, tetapi lebih penting untuk perokok.

Sebuah studi baru-baru ini memperingatkan merokok akan membunuh delapan juta orang setiap tahun di seluruh dunia, pada tahun 2030. Sementara tembakau saat ini harus disalahkan sebagai penyebab kematian sekitar enam juta orang.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa korban tewas akibat rokok akan meningkat dalam 13 tahun ke depan.

 

 

Editor : Roni Rumahorbo

Sumber : Kompas.com

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…

11 menit ago

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…

1 jam ago

Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

3 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

4 jam ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

4 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

4 jam ago

This website uses cookies.