Categories: BISNIS

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai.

Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali.

Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Namun, jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Namun secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil

Dinamika pasar keuangan sering kali diwarnai oleh periode ketidakpastian yang dipicu oleh krisis ekonomi, gejolak…

3 jam ago

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil menorehkan prestasi…

4 jam ago

Perkuat Struktur Pendanaan, BRI Finance Targetkan Penerbitan Obligasi pada Semester II-2026

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menyiapkan langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis…

5 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja positif selama periode libur…

5 jam ago

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

KAI mencatat 1.086 barang tertinggal di LRT Jabodebek sepanjang April 2026, naik 6,5% dibanding Maret…

5 jam ago

Polisi Bantu Imigrasi Ungkap Kasus Scam Trading Libatkan 210 WNA di Apartemen Batam

BATAM - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau(Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan bahwa tim…

17 jam ago

This website uses cookies.