Categories: DPRD BATAM

Ratusan Buruh Demo di DPRD Batam Minta PP 78 Dihapus

BATAM – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Indonesia(SPMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Batam, Selasa(2/10/2018). Para buruh menuntut Pemerintah menghapus PP Nomor 78.

“Menurut kami PP ini menghapus perundingan dewan pengupahan. DPK baru akan berunding besok membabas tata tertib. Belum apa-apa hasilnya sudah ada, jadi apa gunanya rapat? ujar Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam, Alfitoni.

Kata dia, PP nomor 78 mengambil rata-rata yang menimbulkan pendapatan yang tinggi akan semakin tinggi dan yang rendah makin rendah. Tak hanya itu, pelaksaanan survey KHL juga dilakukan sekali 5 tahun.

“Untuk sementara tembus diangka Rp 3.700.000. Kalau dijadikan acuannya, bakal ketinggalan. Tak cocok upah dengan yang dibelanjakan,” katanya.

Selain menuntut penghapisan PP 78, buruh juga meminta turunkan harga sembako dan tarif listrik.

“Rekomendasi IMF akan menghapuskan upah minimum. Ini bakalan berpengaruh kepada anak-anak yang baru lulus dan menimbulkan kesenjangan sosial,” jelasnya.

Ironisnya, kata dia, Batam tak memiliki Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga membuat SDM yang baru lulus tak memiliki keahlian khusus.
Buruh juga meminta impor bahan pokok dipikirkan lagi, karena bisa membuat mata uang dolar menjadi naik.

“Kalau dolar naik operasionalnya naik, sehingga mengakibatkan PHK karyawan dan menambah pengangguran,” katanya.

Sekretaris FSPMI kota Batam, Andy Saputra mengatakan, ada 2 perusahaan yang kabur beberapa waktu lalu, diantaranya PT Hantong Batu Ampar dan PT Nagano Mukakuning.

“Pada saat owner kabur, kita tidak tahu pertanggungjawabannya seperti apa! Permasalahan ini bukan persoalan pesangon saja, melainkan upah dan jaminan kesehatan,” katanya.

Para buruh juga meminta adanya pertemuan dengan pihak BP Batam, Imigrasi dan BPJS kesehetan, agar bisa menangani persoalan-persoalan yang kerap terjadi di Batam.

“Karyawan di Hantong dan Nagano masih bertahan untuk menjaga aset, kedua perusahaan ini ada 250 orang yang tidak tercover,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengaku akan mmenindaklanjuti aspirasi para buruh dan akan diserahkan kepada Gubernur Kepri.

“Kami selaku wakil rakyat akan mengundang pihak terkait. Kita akan tanyakan ini kepada pemerintah,” katanya.

 

 

Penulis : Marina

Editor   : Siska

Redaksi - SWARAKEPRI

Share
Published by
Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Motor 20 Jutaan Sudah Smart Key Ini Motor Yamaha yang Banyak Dicari Warganet !

Sekarang, motor bukan cuma soal kendaraan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Buat…

45 menit ago

Harga Minyak Berpotensi Naik, Saham Energi Jadi Sorotan Investor Global

Memasuki periode musim panas di Amerika Serikat, pasar energi global kembali menyoroti fenomena tahunan yang…

58 menit ago

Antisipasi Lonjakan Mobilitas Libur Hari Raya Iduladha 1447H2026, JTT Siagakan Layanan Operasional di Trans Jawa

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di wilayah Jalan Tol Trans Jawa…

1 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) Group kembali…

1 jam ago

Dorong Budaya Kepemimpinan Inklusif dan Penuh Empati, Srikandi Jasa Marga Gelar Inspira Talks Bertema “Leading with HEART” Bersama Maudy Ayunda

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira Talks bertema "Leading…

2 jam ago

Naniura, “Sashimi Nusantara” Warisan Sakral dari Tanah Batak

Di tengah kekayaan kuliner tradisional Indonesia, Naniura hadir sebagai salah satu hidangan paling unik dan…

2 jam ago

This website uses cookies.