Categories: Uncategorized

Reformasi yang kian Menyeluruh Dorong Modernisasi Tiongkok

BEIJING – Pada 1978, Xi Jinping, kala itu berkuliah di Tsinghua University, berkunjung ke Kota Chuzhou, sebelah timur Provinsi Anhui, Tiongkok, serta melakukan riset lapangan tentang reformasi pedesaan.

Desa Xiaogang di Chuzhou dianggap sebagai tempat asal reformasi pedesaan di Tiongkok, sebab beberapa warga desa ini menggagas sistem kontrak lahan kolektif untuk masing-masing keluarga.

Ketika mengunjungi Chuzhou, Xi menulis catatan tentang pengalamannya. “Saya masih menyimpan catatan tersebut. Saya memperoleh pengalaman mengesankan, karena untuk pertama kalinya, saya belajar tentang reformasi pedesaan sejak reformasi dan kebijakan pintu terbuka diberlakukan,” ujar Xi.

Sejak itu pula, Xi Jinping berkomitmen menjalankan reformasi, kapan pun dan di mana pun dia bekerja. Pada 1991, Xi, saat itu menjabat Ketua Partai di Kota Fuzhou, Tiongkok Tenggara, mengemukakan semangat “berhenti menunda pekerjaan” dengan mengutamakan efisiensi dan hasil praktis.

Pada 2003, Xi, ketika menjabat Ketua Partai Provinsi Zhejiang, mendorong provinsi di Tiongkok Timur ini agar memanfaatkan daya saingnya dalam delapan aspek, termasuk wilayah, ekonomi pasar, dan ekologi demi mencapai pembangunan yang optimal, berimbang, serta berkelanjutan.

Jalur yang Tepat

Dalam kunjungan kerja pertamanya di luar Beijing setelah menjabat Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) pada Desember 2012, Xi Jinping meninjau Provinsi Guangdong, Tiongkok. Saat berkunjung, dia berkata, “Reformasi dan kebijakan pintu terbuka merupakan keputusan tepat. Kita harus tetap berada di jalur yang tepat ini.”

Pada November 2013, sidang pleno ketiga Komite Sentral CPC Ke-18 resmi mengeluarkan keputusan untuk menggencarkan reformasi. Targetnya, meningkatkan dan mengembangkan sistem sosialis yang memiliki karakteristik Tiongkok sekaligus memodernisasikan sistem tata kelola dan kapasitas pemerintah Tiongkok.

Satu bulan setelahnya, Tiongkok pun membentuk Central Leading Group for Comprehensively Deepening Reform yang dipimpin Xi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah CPC, badan khusus yang menangani reformasi terbentuk pada level pusat. Selanjutnya, badan khusus ini menjadi Central Commission for Comprehensively Deepening Reform, dan Xi menjabat direktur.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Penampakan Cut and FIll Proyek Green Medina di Batu Besar Nongsa Batam (3)

BATAM - Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam saat ini masih melakukan investigasi terkait perizinan Cut…

4 jam ago

Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global

Bekasi, Februari 2026 — Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih…

4 jam ago

KAI Daop 9 Jember Gelar Diklap Refreshing PPKA, Perkuat Kompetensi Pengatur Perjalanan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklap) Refreshing…

9 jam ago

Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026

Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur menjadi momentum penting bagi…

9 jam ago

Polisi Segera Panggil Terlapor Kasus Pengeroyokan Sopir Lori di Pelabuhan Roro Telaga Punggur

BATAM - Penyidik Unit V Tindak Pidana Tertentu(Tipidter) Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan kasus…

10 jam ago

Iftar sebagai Gaya Hidup Urban Jakarta, TMG Hotel Tebet Hadir sebagai Destinasi Baru Berbuka Puasa

Menjelang bulan suci Ramadan, TMG Hotel Tebet, Marclan Collection, menghadirkan pengalaman Iftar yang mengangkat kebersamaan,…

10 jam ago

This website uses cookies.