Categories: BISNIS

Resilien di Tengah Koreksi Harga Batubara, Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Ekspansif

PT BRI Multifinance Indonesia (‘BRI Finance’), anak usaha BRI yang bergerak di bidang pembiayaan, membukukan kinerja yang solid pada segmen pembiayaan alat berat sepanjang kuartal I-2026, di tengah dinamika penurunan harga batubara serta penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan.

Per akhir Maret 2026, penyaluran pembiayaan alat berat Perseroan tercatat tumbuh sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan (resilience) permintaan pembiayaan alat berat yang tetap terjaga, meskipun berada dalam tekanan penurunan average selling price (ASP) batubara di pasar global.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa hingga saat ini, koreksi harga batubara belum memberikan dampak material terhadap kinerja pembiayaan alat berat Perseroan.

“Permintaan pembiayaan alat berat masih berada dalam tren yang positif. Penurunan ASP batubara belum memberikan tekanan yang signifikan terhadap aktivitas pembiayaan kami,” ujar Dhani.

Dari sisi portofolio, segmen pembiayaan alat berat memberikan kontribusi sebesar 17,80% terhadap total pembiayaan BRI Finance, sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu pilar pertumbuhan Perseroan.

Ke depan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons potensi perlambatan pada sektor berbasis komoditas. Perseroan secara berkelanjutan memperkuat penerapan manajemen risiko serta meningkatkan selektivitas penyaluran pembiayaan, khususnya pada sektor-sektor dengan tingkat sensitivitas tinggi terhadap volatilitas harga komoditas.

Selain itu, Perseroan juga mengintensifkan pemantauan kualitas portofolio secara berkala guna memastikan kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, BRI Finance terus memperkuat diversifikasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif dengan prospek pertumbuhan yang lebih stabil. Inisiatif ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan portofolio, mengendalikan konsentrasi risiko, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko antara PT Krakatau Baja Konstruksi dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rampung di Awal 2026

PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) menyelesaikan Proyek Engineering Procurement Construction (EPC) Pembangunan Coal Handling Facility…

1 jam ago

SOA: Biro Psikologi Unggulan di BSD, Alam Sutera & Tangerang Selatan

SOA (Sahabat Orangtua & Anak) merupakan lembaga psikologi di Alam Sutera yang melayani area BSD,…

1 jam ago

Kapten Hasiholan dan Leo Chandra Ajukan Kasasi di Kasus 1,9 Ton Sabu Kapal Sea Dragon

BATAM - Kapten Hasiholan Samosir dan Anak Buah Kapal(ABK) Leo Chandra resmi mengajukan kasasi ke…

10 jam ago

Mediasi Gagal, Gugatan GHLHI Terhadap PT TSB dan PT DCK Soal Rekamasi 3 Pulau di Batam Berlanjut

BATAM - Proses mediasi antara Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia(GHLHI) selaku Penggugat dengan PT Tritunas…

13 jam ago

Keberlanjutan Jadi Strategi Utama Waringin Megah dalam Mitigasi Risiko Proyek Konstruksi

Waringin Megah General Contractor terus memperkuat sistem kerja berkelanjutan melalui penerapan standar internasional, pengelolaan risiko…

13 jam ago

Momentum Hardiknas, BRI Finance Permudah Akses Pembiayaan Pendidikan

Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, perhatian terhadap akses dan kualitas pendidikan…

14 jam ago

This website uses cookies.