Categories: BISNIS

Ribuan Barang Tertinggal Kembali ke Pemilik, Ini yang Harus Dilakukan Jika Kehilangan Barang di LRT Jabodebek

Sepanjang Semester I 2026 LRT Jabodebek mencatat 5.876 barang tertinggal, naik dari 3.419 barang di periode sama 2025 seiring bertambahnya pengguna. Dari jumlah itu, 2.876 barang atau sekitar 49% berhasil dikembalikan ke pemilik. Barang yang paling sering tertinggal: Tumbler, Lunch Box, Payung, Topi, KUE, dan Totebag.LRT Jabodebek mengimbau pengguna segera lapor ke petugas stasiun atau via @KAI121 dan @lrtjabodebek dengan info detail barang. Semakin cepat lapor, semakin besar peluang barang ditemukan. Sebagai pencegahan, biasakan cek barang bawaan sebelum turun dari kereta.

Kehilangan barang saat menggunakan transportasi umum tidak selalu berarti barang tersebut hilang selamanya. Sepanjang Semester I 2026, hampir separuh barang yang tertinggal di LRT Jabodebek berhasil kembali kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa LRT Jabodebek terus memastikan setiap laporan barang tertinggal dapat ditangani secara cepat sehingga pengguna memiliki peluang lebih besar menemukan kembali barang miliknya.

“Melalui prosedur penanganan yang terintegrasi, setiap barang yang ditemukan akan diamankan, didata, dan diupayakan kembali kepada pemiliknya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bagi pengguna yang mengalami kehilangan barang, dihimbau untuk segera melapor ke petugas agar proses pencarian dan verifikasi dapat dilakukan lebih cepat.

Dijelaskannya, sepanjang Semester 1 tahun 2026, LRT Jabodebek mencatat sebanyak 5.876 barang tertinggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.876 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Adapun jenis barang yang paling banyak tertinggal meliputi : Tumbler/Botol Minum, LunchBox/Tempat Makan, Payung, Topi, KUE (kartu uang elektronik), Totebag

Dibandingkan dengan Semester 1 tahun 2025, jumlah barang tertinggal pada Semester 1 tahun 2026 meningkat 2.450 barang yang tertinggal, yang juga sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek.

Pada Semester 1 tahun 2025, tercatat sebanyak 3.419 barang tertinggal, dengan 1.386 barang berhasil dikembalikan kepada pemilik. Sementara pada Semester 1 tahun 2026, tingkat pengembalian meningkat sekitar 49 persen, menunjukkan lebih banyak barang yang berhasil dipertemukan kembali dengan pemilik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Setiap barang yang ditemukan oleh petugas maupun diserahkan oleh pengguna akan langsung diamankan dan dicatat dalam sistem administrasi yang selanjutnya akan diidentifikasi, pendataan, serta proses verifikasi kepemilikan sebelum barang diserahkan kembali kepada pemiliknya. Proses ini dilakukan untuk memastikan setiap barang kembali kepada pihak yang berhak secara aman dan tepat,” terangnya.

Cara Lapor Barang yang Tertinggal

Bagi pengguna yang merasa kehilangan barang, LRT Jabodebek mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas di stasiun terdekat atau melalui layanan pelanggan resmi KAI di @KAI121_ maupun direct message instagram @lrtjabodebek .

Saat menyampaikan laporan, pengguna diharapkan memberikan informasi sedetail mungkin, seperti jenis barang, ciri-ciri, lokasi dan waktu terakhir melihat barang tersebut, serta identitas pemilik. Setelah barang ditemukan dan proses verifikasi selesai dilakukan, pengguna dapat mengambil barang sesuai prosedur yang berlaku dengan menunjukkan identitas yang sah.

“Kami mengimbau pengguna untuk tidak panik apabila menyadari barangnya tertinggal. Segera laporkan kepada petugas atau melalui layanan pelanggan resmi agar proses pencarian dapat dilakukan secepat mungkin. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang barang ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk membiasakan melakukan pemeriksaan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun. Pastikan barang-barang penting seperti smartphone, dompet, kartu identitas, tas, laptop, serta barang berharga lainnya telah dibawa sebelum turun dari kereta. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko barang tertinggal dan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.

LRT Jabodebek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna yang telah berperan aktif menyerahkan barang temuan kepada petugas.

“Kepedulian tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya saling menjaga di transportasi publik, sehingga setiap barang yang tertinggal memiliki peluang lebih besar untuk kembali kepada pemiliknya,” tutup Radhitya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Permudah Kepemilikan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Promo Bunga 0% di Padang dan Payakumbuh

Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi, didukung oleh aktivitas…

54 menit ago

Hisense Luncurkan RGB-MiniLED TV UR8S, Perkuat Kepemimpinan Teknologi Layar TV di Indonesia

Hisense sebagai merek terkemuka produk elektronik dan sponsor resmi FIFA World Cup 2026™, resmi meluncurkan…

1 jam ago

BRI Region 6 Gelar Sosialisasi Operational Excellence: Precision in Every Step untuk Perkuat Budaya Operasional Unggul

BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Operational Excellence: Precision in Every Step yang bertempat di…

1 jam ago

Tumbuh 17 Persen, Kinerja Angkutan Retail KAI Logistik Sepanjang Semester I 2026 Semakin Positif

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan pertumbuhan…

9 jam ago

Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic…

17 jam ago

26 Perkara Kasus PMI Ilegal Bergulir di PN Batam, Ini Daftarnya

BATAM - Sebanyak 26 Perkara Kasus Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia(PMI) secara ilegal disidangkan…

17 jam ago

This website uses cookies.