Awalnya Rini pernah bekerjasama dengan seseorang yang ahli musik untuk mendirikan sebuah sekolah musik, namun seiring berjalannya waktu, komitmen yang dibangun tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Sekolah tersebut akhirnya terkatung-katung.
Rini pun kecewa, modal yang sudah dikucurkan sekian banyak akhirnya terbuang sia-sia, namun dia mengambil sisi positif dari apa yang sudah terjadi.
Tidak ingin larut dalam kekecewaan, berkat dukungan dari instruktur musik yang masih setia dengannya, Rini akhirnya berjuang untuk membangun kembali sekolah tersebut.
“Yang paling mengetuk hati saya, masih ada 17 murid yang setia dengan saya. Saya harus bangkit, apa yang sudah terjadi biarlah itu menjadi pelajaran bagi saya,” ujar wanita yang memiliki hobi memasak ini.
“Meskipun begitu berat yang saya alami pada saat itu, tapi saya yakin dan percaya, Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diatas kemampuan saya,” terangnya.
Upaya Rini untuk melanjutkan sekolah musik ternyata kurang mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya, termasuk suaminya.
“Suami saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan yang saya ambil, dia lebih setuju kalau saya di rumah saja,” kenangnya.
Kurang mendapat dukungan dari orang-orang terdekat, justu membuat Rini semakin bersemangat untuk menghidupkan kembali sekolah tersebut. Dia pun membenahi dari awal dan mengurus semua surat-surat legalitas yang dibutuhkan.
Sekolah musik tersebut akhirnya dikonsep dari awal dan diberi nama “ALLEGRO MUSIC EDUCATION” yang beralamat di Komplek Pertokoan Muka kuning Indah (MKI) II Blok B2 No. 11 Batu Aji Batam.
“Saya mencurahkan seluruh kemampuan yang saya miliki dan tetap semangat,” ujarnya.
Setelah diresmikan tanggal 1 Mei 2016 lalu, Allegro Music Education kini sudah memiliki lebih dari 80 siswa. Mayoritas siswa yang ada mengambil Sekolah Piano.
“Di Allegro bukan hanya sekedar guru dengan murid, kami merubah pandangan itu, sistemnya di sini kita buat seperti keluarga,” ucapnya.
Selain memiliki hobi memasak, Rini juga ahli salah satu beladiri, bahkan dia sudah memegang sabuk hitam.
“Kenapa saya memilih beladiri? Karena saya rasa itu sangat penting untuk melindungi diri, terutama bagi wanita,” terangnya.
Kedepan, Rini berencana akan membuka cabang di berbagai wilayah yang padat penduduk. “Bisnis yang saya lakoni ini bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tapi saya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan,” jelasnya.
Rini juga mengaku sangat bersyukur dengan apa yang sudah diraih saat ini, karena kerja keras yang sudah dilakukannya tidak terbuang sia-sia.
“Saya merasa sangat bersyukur, dengan apa yang terjadi sekarang ini, ternyata kerja keras saya selama ini tidak terbuang sia-sia,”pungkasnya.
RONI RUMAHORBO
PT Bambang Djaja, pabrik trafo terkemuka di Indonesia, dengan bangga memperkenalkan trafo kering sebagai solusi…
LINGGA – Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 yang jatuh pada 29 Januari mendatang, suasana malam…
Pendiri CLAV Digital, Andrea Wiwandhana, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban kebakaran yang baru-baru ini…
Swarga Suites Bali Besrawa resmi memulai tahap awal proyek perluasannya melalui upacara groundbreaking yang menjadi…
Jakarta, 16 Januari 2025 - Bitcoin kembali menarik perhatian dunia setelah berhasil menembus angka psikologis…
Casa Domaine akan menghadirkan 2 Show Unit Premium Luxury pada awal Tahun 2025 ini. Kedua…
This website uses cookies.