Categories: BATAM

Rumah Warga Melcem Batuampar Tertimbun Lumpur, Ini Penampakan Cut and Fill Dekat Pemukiman (6)

BATAM – Sejumlah rumah warga di Kavling Sei Tering RT 02 hingga RT 03 RW 07 Kavling Melcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam tertimbun banjir lumpur dan bebatuan, pada Jumat 20 Februari 2026.

Berdasarkan video amatir yang dibagikan salah seorang warga, tampak banjir lumpur menggenangi jalan dan sejumlah rumah di pemukiman warga di Kavling Melcem.

Ketua RW 07 Kavling Melcem, Siti Fatimah mengungkapkan saat peristiwa longsor terjadi saat hujan deras turun. “Saat hujan deras turun, tidak ada tanda-tanda mau banjit. Ada bunyi dentuman langsung lumpur turun,”ujarnya kepada wartawan, Jumat.

Ia mengungkapan selama 25 tahun bermukim di Kavling Melcem, belum pernah terjadi banjir lumpur.

“Sebagai warga yang lama disini, kami sudah 25 tahun disini. Tidak pernah terjadi banjir. Namanya kita diatas bukit, tidak mungkin banjir, tapi aneh tapi nyata sekarang sudah ada,”bebernya.

Ia menduga adanya aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di dekat pemukiman warga menjadi penyebab banjir lumpur tersebut. “Adanya pengerukan PT sebelah ini, dari tingginya seatas itu bisa kebawah, nah itu yang menyebabkan banjir kebawah,”jelasnya.

@swarakepritv

Rumah Warga Melcem Batuampar Tertimbun Lumpur, Ini Penampakan Cut and Fill Dekat Pemukiman (6) Sejumlah rumah warga di Kavling Sei Tering RT 02 hingga RT 03 RW 07 Kavling Melcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam tertimbun banjir lumpur dan bebatuan, pada Jumat 20 Februari 2026. Berdasarkan video amatir yang dibagikan salah seorang warga, tampak banjir lumpur menggenangi jalan dan sejumlah rumah di pemukiman warga di Kavling Melcem. Ketua RW 07 Kavling Melcem, Siti Fatimah mengungkapkan saat peristiwa longsor terjadi saat hujan deras turun. "Saat hujan deras turun, tidak ada tanda-tanda mau banjit. Ada bunyi dentuman langsung lumpur turun,"ujarnya kepada wartawan, Jumat. Ia mengungkapan selama 25 tahun bermukim di Kavling Melcem, belum pernah terjadi banjir lumpur. "Sebagai warga yang lama disini, kami sudah 25 tahun disini. Tidak pernah terjadi banjir. Namanya kita diatas bukit, tidak mungkin banjir, tapi aneh tapi nyata sekarang sudah ada,"bebernya. Ia menduga adanya aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di dekat pemukiman warga menjadi penyebab banjir lumpur tersebut. "Adanya pengerukan PT sebelah ini, dari tingginya seatas itu bisa kebawah, nah itu yang menyebabkan banjir kebawah,"jelasnya. Ia juga mengaku pihak perusahaan tidak pernah bersedia berkomukasi dengan warga. "Saat kita menghubungi PT ini, baik penanggungjawabnya, tidak pernah mau komunikasi dengan kita. Waktu mulai pengerukanpun tidak pernah komunikasi dengan kita,"tegasnya. Pantauan SwaraKepri sebelum peristiwa banjir lumpur terjadi, area perbukitan yang lokasinya juga berada di dekat Kawasan Industri Union, Batu Ampar ini sudah dilakukan pemotongan(cut). Sejumlah alat berat seperti excavator berada di lokasi cut and fill. Belum diketahui apakah aktivitas cut and fill di lokasi ini sudah mendapatkan Izin atau Rekomendasi dari Badan Pengusahaan(BP) Batam, dan atau sudah membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan(MBLB) atau Pajak Galian C ke Bapenda Kota Batam. Saat berita ini diunggah, SwaraKepri masih berupaya melakukan konfirmasi ke Badan Pengusahaan(BP) Batam terkait perizinan cut and fill di lokasi ini./RD

♬ suara asli – SwaraKepriTV

Ia juga mengaku pihak perusahaan tidak pernah bersedia berkomukasi dengan warga.

“Saat kita menghubungi PT ini, baik penanggungjawabnya, tidak pernah mau komunikasi dengan kita. Waktu mulai pengerukanpun tidak pernah komunikasi dengan kita,”tegasnya.

Pantauan SwaraKepri sebelum peristiwa banjir lumpur terjadi, area perbukitan yang lokasinya juga berada di dekat Kawasan Industri Union, Batu Ampar ini sudah dilakukan pemotongan(cut).

Sejumlah alat berat seperti excavator berada di lokasi cut and fill. Belum diketahui apakah aktivitas cut and fill di lokasi ini sudah mendapatkan Izin atau Rekomendasi dari Badan Pengusahaan(BP) Batam, dan atau sudah membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan(MBLB) atau Pajak Galian C ke Bapenda Kota Batam.

Saat berita ini diunggah, SwaraKepri masih berupaya melakukan konfirmasi ke Badan Pengusahaan(BP) Batam terkait perizinan cut and fill di lokasi ini./RD

 

 

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Di Tengah Dinamika Pasar, Perlindungan Finansial Jadi Semakin Relevan

Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan yang meningkat, masyarakat Indonesia dinilai perlu…

35 menit ago

Hari Terakhir Expo, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Finansial dan Kendaraan Impian

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengajak masyarakat Medan dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum hari…

36 menit ago

Telkom AI Center Aceh Kenalkan Implementasi Agentic AI bagi Praktisi dan Akademisi

Telkom AI Center Aceh menggelar Technical Workshop Agentic AI secara hybrid yang diikuti lebih dari…

36 menit ago

Apa Itu Akumulasi dalam Trading untuk Pemula

Memasuki dunia perdagangan finansial sering kali membuat para pemula merasa kewalahan dengan banyaknya istilah teknis…

54 menit ago

Dorong Gaya Hidup Sehat, Metland Gelar Run for Fun Series 2026 di Proyek-Proyek Unggulan Metland dengan Hadiah Utama Apartemen

Tren olahraga lari yang terus berkembang di masyarakat mendorong PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menghadirkan…

13 jam ago

Optimalisasi Jual Beli Mesin dan Peralatan Bekas Secara Online

Perusahaan Jepang, PT LIB MITRA INDONESIA, mulai menyediakan platform “Asset Bank” yang memungkinkan jual beli…

13 jam ago

This website uses cookies.