JAKARTA – Pemerintah menggunakan konten lokal perangkat telekomunikasi sebagai upaya meredam impor dan meningkatkan aliran investasi.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Trasportasi dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan basis penghitungan merujuk kepada bobot minimum penggunaan komponen lokal.
“Berdasar bobot itu nanti diaudit, yang tidak memenuhi audit tidak boleh dipasarkan. Dengan begitu, pabrikan seluler memilih untuk memproduksi langsung di Indonesia,” ujarnya saat dilansir dari Bisnis.com.
Putu menyatakan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asean merupakan salah satu pasar terbesar bagi produk perangkat telekomunikasi seiring dengan berkembangnya jaringan 4G LTE.
Menurutnya, salah satu ketentuan di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 tahun 2017 tersebut juga menyertakan opsi progresif penghitungan konten lokal berbasis investasi pembangunan pusat inovasi dengan skala tertentu.
“Penghitungannya bisa juga berdasar progress project pusat inovasi dengan nilai tertentu. Apa itu nantinya dipergunakan untuk membangun network, license, software, dan sebagainya,” ujarnya.
Pengguna ponsel cerdas di Indonesia diperkirakan menembus 92 juta pada 2019 dari sebanyak 55 juta pengguna pada 2015. Penjualan perangkat telekonomunikasi domestik pada 2016 sebanyak 33,07 juta unit, atau naik 2,9% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Laju kenaikan nilai penjualan perangkat telekomunikasi di Indonesia jauh lebih pesat ketimbang kenaikan volume penjualan. Nilai penjualan smartphone di Indonesia mencapai Rp69 triliun pada 2016, atau naik 11,3% dibandingkan dengan pasar penjualan pada tahun sebelumnya senilai sebesar Rp62 triliun.
Perusahaan yang bergerak pada sektor industri telekomunikasi dan informatika terus bertambah setiap tahun. Pesatnya pertumbuhan pasar domestik membuat banyak produsen perangkat telekomunikasi yang ingin menjajal pasar di Indonesia.
Editor : Roni Rumahorbo
Sumber : Bisnis.com
JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…
Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…
Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…
MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab…
This website uses cookies.