Categories: Uncategorized

Tinjau Lokasi Penangkapan 3 Kapal di Sengkuang, Ini Kata Kepala BP Batam

BATAM – Wali Kota Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan(BP) Batam, Amsakar Achmad meninjau lokasi penangkapan 3 Kapal oleh Kodim 0316/Batam di Pelabuhan Haji Sage Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Selasa 25 November 2025.

Amsakar hadir bersama beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) Kota Batam, diantaranya Dandim 0316/Batam, Kepala Bea Cukai Batam, Wakapolresta Barelang dan perwakilan dari AL.

Tidak lama berselang setelah tiba di Pelabuhan Haji Sage di Sengkuang, Amsakar dan unsur Forkopimda Kota Batam mengikuti zoom meeting dengan Menteri Pertanian Amran Sulaeman.

Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra(kanan) bersama Wali Kota Ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad(baju putih) dan unsur Forkopimda saat mengikuti zoom meeting dengan Menteri Pertanian Amran Sulaeman dari Lokasi Pelabuhan Haji Sage Sengkuang Batam./fSelasa 25 November 2025/Foto: RD

“Zoom (meeting) yang kita laksanakan hari ini konteksnya untuk berbagi informasi mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mendorong ketahan pangan dan kesejahteraan petani,”kata Amsakar usai zoom meeting.

Amsakar juga mengaku mendapat informasi melalui layanan Lapor Pak Amran terkait adanya indikasi praktek barang illegal di Batam.

“Kami kemarin diinformasikan bahwa melalui Lapor Pak Amran ada indikasi praktek illegal menyangkut barang. Tim Pak Dandim turun sesuai dengan informasi yang telah diberikan, dan sudah diamankan sejumlah barang bukti sebagaimana yang tadi sudah dipaparkan di zoom kita,”terangnya.

Ia juga menjelaskan tiga poin yang menjadi pembahasan dalam zoom meeting dengan Menteri Pertanian Amran Sulaeman.

“Pada intinya maksud agenda kita hari ini adalah bagaimana agenda kebijakan nasional untuk melindungi petani bisa di follow up pada semua level penyelenggaraan pemerintahan,”ujarnya.

“Alhamdulillah sekarang sudah terwujud dan tidak lagi dipengaruhi oleh barang-barang dari luar yang masuk ke Batam,”ujarnya.

 

Amsakar menambahkan bahwa khusus untuk daerah yang memiliki status tertentu, seperti Kawasan FTZ ini akan ada pengecualian.

“Kami akan berkoordinasi agar barang bukti yang ditemukan(penangkapan di Pelabuhan Sengkuang) di follow up sesuai dengan regulasi yang sudah ada,”ucapnya.

“Tadi saya sampaikan kepada pak Menteri, kami akan koordinasikan ini ke Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau secara berjenjang. Setelah itu kita akan matangkan di Forkopimnda Kota Batam, sehingga apa yang sudah menjadi barang bukti ini dapat ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,”pungkasnya./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Perjalanan Keluarga Jadi Lebih Nyaman, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama untuk mendukung…

59 menit ago

Mengapa Sunscreen Bayi Perlu Perlindungan UVA dan UVB?

Banyak Mom and Dad mungkin berpikir, “Kan cuma jalan pagi sebentar,” atau “Cuma duduk di…

1 jam ago

LRT Jabodebek Catat 2,5 Juta Pengguna pada Mei 2026, Perjalanan Akhir Pekan Ikut Meningkat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 2.544.818 pengguna LRT Jabodebek sepanjang Mei 2026. Jumlah…

2 jam ago

PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai Dukung Swasembada Pangan Nasional

Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara…

2 jam ago

Di Tengah Tekanan Rupiah, BRI Finance Perkuat Portofolio dan Bisnis

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika industri otomotif dan pembiayaan…

2 jam ago

Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

Belanja online kini bukan lagi sekadar aktivitas mencari kebutuhan. Kehadiran fitur live shopping membuat pengalaman…

5 jam ago

This website uses cookies.