Categories: BISNIS

Tips Membayar Kartu Kredit Agar Tagihan Tidak Menumpuk

Kartu kredit masih jadi salah satu alat pembayaran yang cukup sering digunakan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, belanja online, sampai cicilan perjalanan atau gadget. Praktisnya terasa membantu, apalagi ketika ada promo cashback atau cicilan.

Namun di sisi lain, cukup banyak orang mulai merasa pengeluaran kartu kredit sulit dikontrol. Tagihan yang awalnya terasa ringan bisa tiba-tiba membesar karena bunga, keterlambatan pembayaran, atau kebiasaan belanja impulsif.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil juga membuat banyak orang mulai lebih hati-hati mengatur cash flow bulanan. Karena itu, cara menggunakan dan membayar kartu kredit sekarang jadi perhatian penting, terutama bagi pekerja muda yang mulai aktif mengelola keuangan sendiri.

Supaya tagihan tidak terus menumpuk, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu penggunaan kartu kredit terasa lebih sehat dan terkontrol.

Bayar Sebelum Tanggal Jatuh Tempo

Hal paling dasar yang sering terlupakan adalah memperhatikan tanggal pembayaran.

Keterlambatan membayar kartu kredit biasanya membuat tagihan bertambah karena bunga dan denda. Semakin lama tertunda, jumlah yang harus dibayar juga bisa semakin besar.

Sebagian orang sekarang mulai mengatur pengingat otomatis di kalender atau aplikasi keuangan supaya tidak lupa tanggal jatuh tempo.

Kalau memungkinkan, pembayaran juga bisa dilakukan beberapa hari lebih awal untuk menghindari kendala seperti gangguan transaksi atau saldo yang belum tersedia saat tanggal pembayaran tiba.

Hindari Membayar Minimum Terus-Menerus

Pembayaran minimum memang membantu ketika kondisi keuangan sedang ketat. Namun jika dilakukan terlalu sering, sisa tagihan akan terus dikenakan bunga.

Akibatnya, total pembayaran bisa terasa lebih berat dalam jangka panjang.

Karena itu, banyak perencana keuangan menyarankan untuk membayar penuh tagihan kartu kredit setiap bulan jika kondisi memungkinkan. Kalau belum bisa lunas penuh, setidaknya usahakan membayar lebih besar dari jumlah minimum.

Cara seperti ini membantu mengurangi beban bunga dan mempercepat pelunasan tagihan.

Pisahkan Pengeluaran yang Benar-Benar Perlu

Kartu kredit sering terasa praktis karena transaksi bisa dilakukan dengan cepat. Namun kemudahan ini juga membuat sebagian orang lebih impulsif saat berbelanja.

Karena itu, cukup banyak pengguna kartu kredit mulai membatasi transaksi hanya untuk kebutuhan tertentu.

Misalnya:

– Tagihan rutin

– Kebutuhan kerja

– Transportasi

– Pembelian yang memang sudah direncanakan sebelumnya

Sementara untuk pengeluaran hiburan atau belanja spontan, sebagian orang memilih menggunakan uang tunai atau saldo rekening supaya kondisi keuangan lebih mudah dipantau.

Cara sederhana seperti ini membantu penggunaan kartu kredit terasa lebih terkendali.

Perhatikan Limit dan Cicilan Aktif

Salah satu hal yang cukup sering membuat tagihan membengkak adalah penggunaan limit yang terlalu tinggi dalam waktu bersamaan.

Apalagi sekarang banyak transaksi menawarkan cicilan instan yang prosesnya terasa cepat dan praktis.

Sebelum mengambil cicilan baru, ada baiknya mengecek kembali:

– Total cicilan aktif

– Kemampuan bayar bulanan

– Kebutuhan pengeluaran lain dalam beberapa bulan ke depan

Sebagian orang juga mulai membatasi penggunaan kartu kredit maksimal 30–50 persen dari total limit agar kondisi finansial tetap terasa aman.

Gunakan Promo dengan Lebih Selektif

Promo kartu kredit memang cukup menarik. Cashback, diskon restoran, tiket perjalanan, sampai promo e-commerce sering membuat orang lebih mudah tergoda berbelanja.

Namun belakangan, semakin banyak pengguna mulai lebih selektif memanfaatkan promo.

Banyak orang mulai mempertimbangkan:

– Apakah barang tersebut memang dibutuhkan

– Apakah masih sesuai anggaran bulanan

– Apakah pembayaran nantinya tetap terasa aman

Pendekatan seperti ini membantu pengeluaran tetap lebih realistis tanpa harus sepenuhnya menghindari penggunaan kartu kredit.

Mulai Mengatur Tagihan Lebih Praktis

Selain mengontrol pengeluaran, cara membayar tagihan juga mulai diperhatikan banyak orang supaya lebih praktis dan tidak terlambat.

Melalui neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat mengakses fitur pembayaran tagihan kartu kredit secara digital langsung melalui aplikasi.

Fitur pembayaran tagihan kartu kredit di neobank seperti ini membantu pengguna memantau dan menyelesaikan pembayaran lebih praktis.

Jika ingin mempelajari produk pembayaran kartu kredit di neobank yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tagihan dan Isi Ulang.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana

PT Pelindo Multi Terminal bersama Pelindo Regional 1 terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

18 menit ago

MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar…

9 jam ago

BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

Saat ini, merasakan pendidikan berkualitas dengan sentuhan Jepang tidak selalu harus pergi ke luar negeri.…

9 jam ago

Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

Pemegang Saham PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menetapkan perubahan susunan Direksi Perseroan melalui Keputusan…

10 jam ago

PAM JAYA Akan Lakukan Penjajakan Minat Pasar untuk Rencana Pemilihan Calon Mitra Strategis Proyek Revitalisasi dan Pembangunan IPA

Dalam rangka mendukung percepatan peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan hingga 100% pada tahun 2029…

10 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Mulai Musim Giling Tebu 2026, SGN Operasikan 33 Pabrik Gula di Seluruh Indonesia

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Sub Holding SugarCo di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero),…

10 jam ago

This website uses cookies.