Categories: BISNIS

Upaya BRI Danareksa Sekuritas Memperkuat Sistem Pengendalian Internal dan Mitigasi Risiko Kejahatan Keuangan

Jakarta, 11 Desember 2025 — Risiko kejahatan keuangan di Indonesia terus meningkat seiring naiknya aktivitas transaksi di sektor jasa keuangan. Berdasarkan publikasi Buletin Statistik Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) per Januari 2025, terdapat 14,259 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM), naik 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang disampaikan Penyedia Jasa Keuangan (PJK) melalui sistem goAML. Tingginya intensitas pelaporan ini mencerminkan masih besarnya potensi penyalahgunaan layanan keuangan untuk tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga menuntut industri keuangan memiliki sistem pengawasan yang lebih kuat dan responsif.

Di sisi lain, kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan juga terus meningkat. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat literasi keuangan mencapai 66,46% dan inklusi keuangan naik menjadi 80,51%. Peningkatan ini menunjukkan semakin luasnya akses ke layanan formal, namun juga menambah eksposur risiko apabila tidak diimbangi dengan standar tata kelola dan proteksi sistem yang memadai. Karena itu, penguatan program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) menjadi elemen penting dalam menjaga integritas ekosistem keuangan.

Menjawab tantangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) terus memperkuat penerapan 5 pilar APU, PPT & PPPSPM melalui pengawasan aktif manajemen, pembaruan kebijakan, peningkatan pengendalian internal, modernisasi sistem informasi pemantauan transaksi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Perusahaan juga memastikan setiap proses pelaporan berjalan akurat, tepat waktu, dan sesuai standar yang ditetapkan regulator.

Konsistensi ini mengantarkan BRIDS meraih Financial Integrity Rating (FIR) on Money Laundering and Terrorist Financing dengan nilai 9,91 atau kategori sangat baik, menempatkan BRIDS di jajaran perusahaan efek dengan kualitas pelaporan dan kepatuhan APU-PPT terbaik di kelompok PJK Non-Bank. FIR merupakan mekanisme penilaian independen dari PPATK yang menilai komitmen, tata kelola pelaporan, serta tingkat kepatuhan lembaga keuangan melalui survei, klarifikasi dokumen, wawancara mendalam, dan evaluasi dari Lembaga Pengawas dan Pengatur.

Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat integritas transaksi. “Pengakuan dari PPATK ini memperkokoh komitmen BRIDS dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip kehati-hatian, transparansi, dan standar APU-PPT & PPPSPM yang ketat. Tata kelola yang kuat adalah kunci menjaga kepercayaan nasabah sekaligus stabilitas pasar modal,” ujarnya.

Ke depan, BRIDS akan terus memperkuat sistem pemantauan berbasis analitik, meningkatkan literasi keamanan transaksi bagi nasabah, dan memastikan seluruh aktivitas perusahaan beroperasi dengan prinsip integritas dan transparansi guna mendukung ekosistem pasar modal yang aman dan terpercaya.

About BRI Danareksa Sekuritas
PT BRI Danareksa Sekuritas didirikan pada tahun 1992, bergerak sebagai perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek dan penasihat keuangan, yang merupakan entitas anak dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI atau Bank BRI) serta entitas asosiasi dari Holding BUMN Danareksa. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai one stop financial solution provider, perusahaan telah melayani nasabah baik individual maupun institusi; domestik maupun internasional; lembaga Pemerintah maupun swasta. BRI Danareksa Sekuritas memiliki pengalaman terbanyak dalam menangani pasar modal, baik sebagai underwriter, broker dan financial advisor. Khusus untuk nasabah individu, perusahaan menyediakan digital multi-investment platform yang terintegrasi dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi beragam produk pasar modal.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Jakarta, April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah…

7 jam ago

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

9 jam ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

12 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

15 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

17 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

18 jam ago

This website uses cookies.