Categories: BISNIS

Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI

Telkom AI Center Jakarta kembali menggelar webinar GigTalks bertajuk “From Prompt to Motion” yang diikuti oleh puluhan gig worker dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menyoroti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya text-to-video, dalam mendukung proses produksi konten digital yang lebih cepat dan efisien.

Perkembangan AI membuka peluang baru di industri kreatif digital, terutama bagi lulusan baru dan pekerja lepas yang dituntut adaptif serta produktif. Teknologi text-to-video memungkinkan pembuatan video hanya melalui perintah berbasis teks. Melalui konsep “From Prompt to Motion”, instruksi berupa deskripsi adegan, gaya visual, hingga suasana dapat diubah secara otomatis menjadi video oleh sistem AI.

Webinar ini dihadiri sekitar 50 peserta yang bergabung melalui Zoom. Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah mitra komunitas, antara lain Nortis Academy, Gampar.AI, JVM Indonesia, Python, Google Developer Group Telkom University Jakarta, dan Google Developer Group Binus University Online.

Acara dibuka oleh Business and Community Lead Telkom AI Connect Jakarta, Farida Dian, yang memaparkan inisiatif strategis Telkom melalui pilar AI Connect. Ia menjelaskan ekspansi program ke sembilan wilayah di Indonesia serta pengembangan platform komunitas sebagai talent marketplace untuk mendukung ekosistem gig worker di bidang AI.

Sesi utama disampaikan oleh Full Stack AI Developer sekaligus Founder Perfect10 AI, Alif Ramadhan. Ia membagi materi ke dalam empat bagian, yakni pengenalan video AI generator, etika penggunaan AI, demonstrasi pembuatan video, serta sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Alif menyebut AI kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai multiplier yang mampu mempercepat proses kreatif. “Dengan prompt berbasis teks, pengguna dapat menghasilkan video berkualitas tanpa melalui proses produksi konvensional yang kompleks,” ujarnya.

Selain peluang, Alif juga menyoroti tantangan dalam penggunaan AI, termasuk risiko deepfake, misinformasi, dan bias data. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, ditandai dengan tingginya partisipasi peserta dalam mengajukan pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Connect berharap dapat meningkatkan pemahaman praktis terkait AI bagi para gig worker di Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem AI nasional serta mendorong lahirnya talenta digital yang kompetitif di tingkat global.

 

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator

Di tengah perubahan industri manufaktur yang makin cepat dan serba digital, BINUS ASO School of…

1 jam ago

Pameran Kerja Sama Sustainability (Green) dan Inovatif China-Indonesia 2026 Segera Hadir

Untuk semakin memperdalam kerja sama dan pertukaran ekonomi-perdagangan antara China dan Indonesia, sekaligus mendorong manfaat…

2 jam ago

Semester I 2026: BC Batam Lakukan 554 Penindakan, Penerimaan Negara Tembus Rp474,86 Miliar

BATAM - Kantor Pelayanan Umum(KPU) Bea Cukai Batam mencatatkan 554 Surat Bukti Penindakan (SBP) dan…

5 jam ago

Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Premium, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7% per Bulan

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kebutuhan akan kendaraan roda dua tidak lagi semata-mata…

5 jam ago

AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Kolaborasi AI Connect Makassar dan Kodeka Labs menghadirkan workshop n8n yang memperkenalkan intelligent workflow orchestration…

6 jam ago

BRI Region 6 Hadir di Media Gathering Bersama Media Partner

BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan Media Gathering BRI Region 6, Region 7, dan…

6 jam ago

This website uses cookies.