BATAM-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menyetujui kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2020 mendatang sebesar 8,51 persen.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengatakan, besaran kenaikan UMK tersebut telah sesuai dengan formulasi dalam PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
“Ya, kita akan patuh dengan besaran kenaikan 8,51% itu. Sebab sudah sesuai dengan formulasi dalam PP. No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kita akan komit dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah,” tuturnya, Selasa (05/11/2019).
Rafki juga mengatakan pihaknya akan mengimbau kepada perusahaan-perusahaan anggota Apindo untuk patuh dan membayar sesuai aturan yang ada, dan juga tidak melakukan pengurangan jumlah karyawan akibat dari adanya kenaikan UMK tersebut.
“Kita akan mengimbau agar perusahaan membayar sesuai kemampuan dan aturan yang ada. Jika ada perusahaan yang tidak mampu membayar maka kita harap untuk melakukan penangguhan sesuai aturan yang berlaku. Kami juga mengimbau untuk tidak mengurangi jumlah tenaga kerjanya akibat adanya kenaikan UMK 2020 ini,” lanjutnya
Sementara itu terkait usulan kenaikan UMK sebesar 10% hingga 15% dari UMK tahun ini sebesar 3,8 juta oleh beberapa asosiai buruh, menurut Rafki hal itu jika dipenuhi hanya akan membuat banyak perusahaan hengkang dan investasi di Batam akan mati.
“Menurut kami itu hanya keiinginan sepihak tanpa dilandasi oleh aturan yang ada. Jika usulan itu dipenuhi, hanya akan membuat banyak perusahan di Batam hengkang dan investasi akan mati, karena upah yang sudah tidak lagi kompetitif,” pungkasnya.
Penulis: Ivan
Editor: Rumbo
BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…
PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…
Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
This website uses cookies.