Categories: BISNIS

Archwey Resmikan Kantor Pusat Global di Singapura

SINGAPURA – Archwey, induk usaha yang menaungi tiga perusahaan yang membuat terobosan dalam cara-cara inovatif untuk memakai kembali dan mengurangi sampah plastik: Arch & Hook, Shieldler, dan PlasticBean meresmikan kantor pusat globalnya di Singapura.

Misi Archwey adalah menyingkirkan plastik baru yang berasal dari bahan fosil (virgin plastic). Langkah ini mengubah susunan dunia. Archwey menjalankan misi tersebut melalui solusi plastik yang tersertifikasi GRS[1], BLUEWAVE®: bahan termoplastik, 100% terbuat dari plastik daur ulang yang berpotensi dibuang ke laut (ocean-bound plastic), plastik yang mencemari laut, dan plastik bekas pakai (post-consumer plastic).

Sebagian besar plastik ini dikumpulkan dari empat sungai yang paling tercemar di dunia. Tiga perusahaan milik Archwey memanfaatkan BLUEWAVE® untuk memasok solusi inovatif dan berkelanjutan dalam proses produksi, pameran, dan pengiriman produk di industri mode, ritel, perhotelan, dan layanan kesehatan.

Membuat Perubahan Global dari Singapura

Singapura, berkat letak strategisnya di pusat Asia Tenggara dan konektivitas ke seluruh penjuru dunia, menjadi batu loncatan bagi Archwey untuk mengubah dunia dengan material berkelanjutan.

Sjoerd Fauser, Chief Executive Officer, Archwey mengatakan, selain memiliki infrastruktur komersial yang terbaik, upaya berskala global yang dijalankan Singapura menuju lingkungan berkelanjutan menjadi daya tarik ketika kami memutuskan untuk merelokasi kantor pusat Archwey ke Singapura.

Bluewave – bijih plastik yang telah didaur ulang dan mudah didaur ulang

“Green Plan 2030 yang digagas Singapura, beserta Zero Waste Masterplan, selaras dan bersentuhan dengan visi Archwey, yakni menyingkirkan plastik sekali pakai. Di sisi lain, ambisi iklim Singapura pun mencerminkan tekad kami dalam mengambil aksi nyata yang bersifat mendesak untuk menangani perubahan iklim.” ujarnya.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

1 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

3 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

4 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

4 jam ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

5 jam ago

Dua Saksi Ahli Beda Pendapat Soal Legal Standing BP Batam di Sidang Bowie Yoenathan

BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…

16 jam ago

This website uses cookies.