Para pemimpin pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan memperingatkan Pyongyang bahwa setiap penggunaan senjata nuklir yang dilakukan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, akan menjadi “akhir” rezimnya.
“Menteri Pertahanan AS, (Lloyd) Austin dan saya menegaskan bahwa setiap serangan nuklir (yang dilakukan) oleh Korea Utara, termasuk penggunaan senjata nuklir taktis, tidak dapat diterima dan akan berakibat berakhirnya rezim Kim Jung Un dengan tanggapan aliansi yang luar biasa dan tegas,” ujar Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan, Lee Jong-sup kepada wartawan di Pentagon.
Untuk menunjukkan solidaritas, kedua pemimpin pertahanan tersebut juga mengumumkan pada Kamis (3/11) bahwa mereka memperpanjang latihan militer bersama, Vigilant Storm, yang sedang berlangsung pada Jumat, dan akan berakhir pada Sabtu.
“Saya berkonsultasi dengan Menteri Lee, dan kami telah memutuskan untuk memperpanjang Vigilant Storm, yang merupakan latihan gabungan panjang yang sudah kami jadwalkan, untuk lebih meningkatkan kesiapan dan kemampuan dua sistem kami secara harmonis,” kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dalam konferensi pers gabungan.
Sekitar 240 pesawat ikut diturunkan dalam latihan itu, bersama dengan ribuan tentara AS dan Korea Selatan.
Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Martin Meiners mengatakan kepada VOA, latihan udara itu diperpanjang hingga 5 November. /VOA
LRT Jabodebek lakukan sosialisasi Medical Check Up 2026 untuk memastikan pekerja sehat dan siap menjalankan…
Harga emas global memasuki pekan ini dengan potensi volatilitas yang tinggi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara…
Jakarta (13/4) – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS),…
KAI Logistik mencatatkan kinerja yang impresif melalui layanan ritel andalannya, KALOG Express. Sepanjang Kuartal I…
BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk…
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
This website uses cookies.