Categories: REGIONAL

Asia Jadi Pusat Investigasi Terbesar Terhadap Industri Telur Global

YOGYAKARTA – Asia, sebagai kawasan penghasil telur terbesar di dunia, menjadi pusat dari investigasi global terbesar yang pernah dilakukan terhadap industry peternakan ayam petelur.

Investigasi ini dirilis oleh Open Wing Alliance (OWA), koalisi yang terdiri dari hampir 100 organisasi perlindungan hewan, termasuk Animal Friends Jogja (AFJ) bekerja sama dengan We Animals dan Reporters for Animals International.

Melalui rekaman penyamaran yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, investigasi ini mengungkap kondisi mengenaskan di fasilitas produksi telur di 37 negara, termasuk Tiongkok, India, Indonesia, Israel, Georgia, Jepang, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, dan Vietnam.

Temuan ini memperlihatkan praktik kekejaman terhadap hewan, lingkungan yang kotor, dan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat—semuanya terjadi dalam rantai pasok yang digunakan merek-merek makanan global ternama termasuk Zensho Holdings yang berbasis di Tokyo, Jepang dan Aeon yang berbasis di Melbourne, Australia.

Temuan Penting dari Asia:

1. Ayam-ayam dijejalkan dalam kandang sempit, bahkan tidak lebih dari selembar kertas A4, tanpa ruang untuk berdiri, berputar, atau merentangkan sayap

2. Ayam mati dan membusuk dibiarkan dalam kandang bersama ayam yang masih hidup

3. Telur dikumpulkan dari permukaan yang dipenuhi kotoran sebelum masuk pasar

4. Risiko penyakit sangat tinggi akibat kondisi kandang yang kotor dan penuh sesak

Investigasi ini mengungkap besarnya penderitaan dalam rantai pasok perusahaan makanan besar di Asia,” ujar Jonathon Tree, Manajer Regional Asia-Pasifik dari Open Wing Allianc .seperti dalam siaran pers yang diterima SwaraKepri, Kamis 19 Juni 2025.

“Sistem kandang baterai bukan hanya tidak berperikemanusiaan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber krisis kesehatan masyarakat berikutnya,” tambahnya.

Menanggapi temuan ini, Kintan Daeng, Manajer Kampanye Program Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan, Animal Friends Jogja, menyatakan bahwa temuan ini harus menjadi peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan makanan di Indonesia.

“Sudah saatnya mereka beralih ke rantai pasok yang lebih beretika dan bebas dari penderitaan hewan,”ujarnya.

Investigasi ini dirilis di tengah meningkatnya wabah flu burung di kawasan Asia, dengan kasus yang mulai menular dari hewan ke manusia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang peran peternakan intensif dalam penyebaran penyakit zoonosis.

Perubahan Mulai Terlihat di Asia:

1. Produsen telur besar di Tiongkok dan India mulai memperluas kapasitas produksi dengan sistem peternakan bebas sangkar (cage-free).

2. Merek-merek regional semakin mendapat tekanan untuk memenuhi standar kesejahteraan hewan internasional.

3. Namun banyak korporasi masih mengambil keuntungan dari sistem yang usang dan tidak manusiawi, yang membahayakan manusia maupun hewan.

Organisasi anggota Open Wing Alliance di Asia yang memimpin upaya mengungkap kekejaman, mendorong perubahan kebijakan perusahaan, dan meningkatkan kesadaran publik antara lain, Animal Friends Jogja (Indonesia), Animal Kingdom Foundation (Filipina), Animal Nepal (Nepal), Animal Rights Center Japan, Animals Don’t Speak Human (Indonesia), Environment & Animal Society of Taiwan, Korea Animal Rights Advocates, Korean Animal Welfare Association, People for Animals Uttarakhand (India), Planet for All (Hong Kong & Tiongkok), Sinergia Animal (Indonesia & Thailand), SPCA Selangor (Malaysia).

Sebagai bagian dari kampanye ini, lebih dari 100 tokoh publik di seluruh dunia telah menandatangani surat terbuka yang mendesak perusahaan makanan untuk menghapus sistem kandang baterai dari rantai pasokan mereka.

Konsumen, investor, dan regulator di Asia kini menuntut transparansi lebih besar serta standar kesejahteraan hewan yang lebih tinggi. Industri harus menjawab tuntutan tersebut./AFJ

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

2 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

12 jam ago

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

1 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

1 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

1 hari ago

Selama Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Amankan 273 Barang Tertinggal Pelanggan

Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat keberhasilan dalam menjaga…

1 hari ago

This website uses cookies.