Categories: BATAM

Astaga! Pekerja Kasar Proyek PLTU Setokok Batam Didominasi WNA

BATAM – Proyek pembangunan PLTU Setokok di kawasan Barelang, Batam, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul informasi bahwa mayoritas pekerja di lokasi proyek tersebut merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Berdasarkan pantauan lapangan serta keterangan sejumlah sumber yang mengetahui aktivitas di proyek tersebut, jumlah tenaga kerja asing yang terlibat disebut mencapai ratusan orang.

Bahkan, sumber internal menyebutkan bahwa tenaga kerja kasar yang bekerja di proyek itu diperkirakan lebih dari 500 orang dan seluruhnya berasal dari WNA Tiongkok.

“Kalau dihitung dari pekerja lapangan yang mengerjakan pekerjaan fisik seperti konstruksi dan instalasi, jumlahnya bisa lebih dari 500 orang. Yang terlihat di lokasi hampir semuanya orang Tiongkok kecuali security,” ujar salah satu sumber yang mengetahui aktivitas proyek tersebut.

Pantauan di sekitar kawasan proyek menunjukkan aktivitas pekerja dengan komunikasi yang didominasi bahasa Mandarin. Beberapa kendaraan operasional juga terlihat mengangkut pekerja asing keluar masuk area proyek yang dijaga ketat.

Keberadaan tenaga kerja asing dalam jumlah besar ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait peluang kerja bagi tenaga kerja lokal di Batam.

Pasalnya, proyek pembangkit listrik skala besar seperti PLTU Setokok umumnya melibatkan banyak tenaga kerja konstruksi yang secara teori dapat diisi oleh pekerja domestik.

Sejumlah warga di sekitar kawasan Setokok mengaku jarang melihat pekerja lokal yang terlibat langsung dalam aktivitas pembangunan di area tersebut.

“Kami lihat yang bekerja di dalam kebanyakan orang asing. Jarang sekali ada orang lokal yang ikut bekerja,” kata seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek.

Menurut regulasi ketenagakerjaan Indonesia, penggunaan tenaga kerja asing diperbolehkan sepanjang memenuhi syarat tertentu, termasuk pembatasan jabatan tertentu dan kewajiban melakukan alih pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.

Namun, apabila pekerja asing juga mengisi pekerjaan non-spesialis seperti tenaga kerja kasar, hal tersebut berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.

Sekedar diketahui, selain PLTU Setokok yang masih dalam proses pembangunan, Tiongkok juga memiliki proyek PLTU lain di Batam yang telah beroperasi di Tanjung Kasam, Telaga Punggur./AB

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Ekspresi Bahagia Warga Batam Dapat Sembako dari First Club

Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…

1 jam ago

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream

MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…

5 jam ago

PTPP Raih Proyek Jembatan Pulau Laut Senilai Rp1,02 Triliun, Perkuat Konektivitas Kalimantan Selatan

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…

7 jam ago

KAI Bandara Dorong Pemberdayaan SDM melalui Keterlibatan sebagai Dosen Tamu di Universitas Indonesia

KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab…

9 jam ago

Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi

Aktivasi brand PT Dupoin Futures Indonesia di kawasan Car Free Day (CFD) FX Sudirman, Jakarta,…

9 jam ago

BRI Finance Hadirkan Solusi Kepemilikan Mobil Lebih Mudah di “BRI Goes to Office”

Dalam upaya memperluas akses pembiayaan kendaraan yang mudah, cepat, dan kompetitif, PT BRI Multifinance Indonesia…

9 jam ago

This website uses cookies.