Categories: BATAM

Mobil Berat Tanpa Pengaman Muatan Melaju Bebas di Tanjung Uncang Batam

BATAM – Sebuah kendaraan trailer yang diduga bermuatan copper slag melaju di jalan Brigjend Katamso, Tanjung Uncang tanpa alat pengaman muatan, Senin 9 Maret 2026) pagi.

Trailer bermuatan penuh tanpa alat pengaman muatan itu sangat tidak aman dan sangat membahayakan bagi pengendara juga pengguna jalan yang lain.

Dari pantauan SwaraKepri di lapangan, trailer tersebut melaju dengan kecepatan hingga 60 km/jam di Jl Brigjen Katamso menuju perusahaan WASCO.

Alat pengaman muatan adalah hal wajib yang harus dipatuhi guna menjaga keselamatan pengguna jalan yang lain. Hal ini diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kecelakaan maut yang berakibat fatal hingga menyebabkan kematian akibat kecelakaan lalulintas di kota industri ini tergolong sangat tinggi.

Berdasarkan catatan Polda Kepulauan Riau, tahun 2025 terhitung ada sebanyak 1.311 kecelakaan lalulintas dengan 65 korban meninggal.

Kondisi ini mempertegas bahwa komitmen menjaga keselamatan masyarakat dari resiko kematian akibat kecelakaan masih sangat rendah.

Beberapa hari sebelumnya, kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya 3 orang terjadi di PT ASL Shipyand di Tanjung Uncang yang langganan memakan korban.

“Satu orang ditemukan selamat, tiga meninggal dunia, yang satu lagi masih berada di dalam kapal dan kita masih belum bisa pastikan,” kata Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo, Jumat (06/03) malam lalu.

Kecelakaan di Shpyard ini seperti tak habis-habis. Kecelakaan kerja di perusahaan ini terjadi berulangkali namum perusahaan seperti tidak belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Praktisi K3 Kota Batam, Mohammad Zami mengatakan bahwa yang lebih utama dalam kegiatan K3 adalah mencegah terjadinya kecelakaan.

“Sebenarnya K3 sudah punya cara untuk maping resiko-resiko kerja apa saja sebelum pekerjaan itu dilakukan. Jika Prosedur itu dijalankan saya kira akan sangat membantu dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja apalagi sampai menyebabkan hilangnya nyawa,” jelas dia.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

BRI Region 6 Gelar Pertemuan dan Rapat Koordinasi Change Agent Kordinator Bertema “SAPA CAK”

Dalam upaya memperkuat peran Change Agent Kordinator (CAK) di lingkungan kerja, BRI Region 6/Jakarta 1…

31 menit ago

BRI Teras Pasar Kramat Jati Buka Layanan Weekend Banking di Saat Libur

Untuk memberikan kemudahan layanan transaksi kepada masyarakat dan para pedagang, BRI Teras Pasar Kramat Jati…

33 menit ago

BP Batam Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan PKKPRL Reklamasi Pesisir Ocarina

BATAM - Badan Pengusahaan(BP) Batam menegaskan tidak pernah meneribitkan Perizinan Persyaratan Dasar Persetujuan Kesesuaian Kegiatan…

11 jam ago

BRI KK ITC Cempaka Mas Hadir Layani Pengunjung Mall dan Nasabah Umum Melalui Weekend Banking

Dalam upaya memberikan kemudahan akses layanan perbankan kepada masyarakat, BRI Kantor Kas (KK) ITC Cempaka…

12 jam ago

Ini Kata Kadisnaker Batam Soal Dugaan Pelanggaran Jam Kerja di Perusahaan Asal Tiongkok

BATAM – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto angkat bicara soal dugaan pelanggaran…

14 jam ago

Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep…

19 jam ago

This website uses cookies.