Categories: BISNIS

Bagian dari PSN, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Jateng

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), pada Senin (22/12) melaksanakan sosialisasi dan inisiatif program hilirisasi perkebunan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian daerah, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah daerah, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan petani. Forum ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi bahwa hilirisasi perkebunan merupakan agenda strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan Holding Perkebunan Nusantara.

Salah satu fokus utama program hilirisasi PTPN I Regional 3 adalah pengembangan komoditas kelapa. Berdasarkan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), pada tahun 2025 pengembangan kelapa direncanakan mencakup total luasan 1.290 hektare yang tersebar di lima kabupaten, yakni Banyumas (300 Ha), Wonogiri (300 Ha), Wonosobo (300 Ha), Kebumen (200 Ha), dan Cilacap (190 Ha). Seluruh areal tersebut direncanakan menggunakan jenis kelapa genjah dengan dukungan kebun terdekat PTPN I sebagai pusat pembinaan dan pendampingan. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem industri kelapa berbasis nilai tambah tinggi dari hulu hingga hilir.

Selain kelapa, hilirisasi kopi juga menjadi prioritas strategis PTPN I Regional 3. Pada tahun 2025, CPCL kopi mencakup total luasan 1.450 hektare yang tersebar di Kabupaten Temanggung (500 Ha), Banjarnegara (250 Ha), Boyolali (500 Ha), dan Magelang (200 Ha), dengan dominasi kopi Arabika. Selanjutnya, pada tahun 2026 direncanakan pengembangan lanjutan seluas 2.100 hektare, meliputi Banjarnegara (700 Ha Arabika), Boyolali (500 Ha Arabika), Kabupaten Semarang (400 Ha Arabika), serta Wonosobo (500 Ha Robusta). Pengembangan kopi ini difokuskan pada penguatan branding, peningkatan kualitas produk, serta penguatan kelembagaan kelompok tani dan koperasi petani.

Secara keseluruhan, program sosialisasi dan hilirisasi ini menegaskan komitmen PTPN I Regional 3, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), dalam mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian dan pemerintah daerah hingga petani dan pelaku UMKM. Melalui sinergi tersebut, hilirisasi komoditas kelapa dan kopi diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan perkebunan nasional yang berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Sambut Tren Lebaran 2026, Lokasoka Hadirkan Koleksi Hampers “Art of Giving” Bersertifikasi ISO 9001:2015

Menyambut momentum Idul Fitri 2026, Lokasoka resmi meluncurkan koleksi hampers eksklusif bertajuk “Art of Giving”…

4 jam ago

Buka Akun di HSB Investasi Dapat Bonus Spesial Imlek Hingga Rp4,2 Juta

Rayakan Imlek dengan peluang baru di dunia trading. HSB Investasi menghadirkan program bonus hingga Rp4,2…

5 jam ago

Musim Hujan, KAI Daop 1 Jakarta Bagikan Tips Naik Kereta Api agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

Curah hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari…

6 jam ago

Jadwal Baru KA Bandara di Yogyakarta, Operasikan 50 Perjalanan Per Hari

PT Railink sebagai pengelola kereta api bandara di yogyakarta memberlakukan jadwal operasional berlaku pada pada…

8 jam ago

Properti dan Keberuntungan Imlek 2026: Beverly Diamond Tegaskan Legalitas dan Undian Toyota Raize

‎BATAM - ‎Momentum Tahun Baru Imlek 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api dimaknai sebagai…

9 jam ago

Inflasi, Krisis Ekonomi, dan Dampaknya terhadap Nilai Tukar

Nilai tukar mata uang suatu negara tidak pernah berdiri sendiri. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi…

10 jam ago

This website uses cookies.