BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi angkat bicara mengenai krisis air yang terjadi belakangan ini.
Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi surutnya kapasitas air yang ada di waduk-waduk Kota Batam.
Kata dia, seperti tumbuhnya tanaman liar (Eceng gondok) di sekitar waduk, cara masyarakat dalam memakai air itu sendiri dan belum lagi faktor kebocoran pipa-pipa air yang terjadi.
“Penggunaan air ini sebaiknya tidak sembarangan. Kalau memang untuk mandi dan minum berarti untuk mandi dan minum saja, sehingga kebutuhan untuk cuci mobil, siram bunga kalau boleh ke depan akan kita batasi,” ujarnya seusai acara pers gathering di Pemko Batam, Sabtu (14/3/2020) sore.
“Batasi dengan apa? Dengan hasil pemakaian yang dirumah itu akan didaur ulang kembali supaya bisa difungsikan untuk cuci mobil dan siram bunga,” lanjutnya.
Ia berharap tempat-tempat penampungan air segera diperbaiki sehingga bisa menampung air dengan volume yang banyak.
“Tentunya kita berharap tempat penampungan air yang ada ini itu harus kita sempurnakan. Kemudian waduk-waduk itu akan kita perbaiki dan bagiamana air penampungannya bisa bervolume banyak, sehingga penggunaannya bisa efektif,” pungkasnya.
(Shafix)
PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…
BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…
Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…
Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…
BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…
This website uses cookies.