Antrian Warga di BPJS Ketenagakerjaan Batam
BATAM – Seorang perempuan memilih tidur di kursi kantin yang berada dibelakang kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam I Nagoya setelah mendapatkan nomor antrian klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Rabu(9/3/2016) malam pukul 23.00 WIB.
Salah seorang warga lainnya yang ditemui di kantin tersebut mengatakan perempuan yang tertidur tersebut kecapean saat mengantri untuk mendapatkan nomor antrian klaim JHT.
“Ibu itu kecapean mas, sudah dari jam 11 malam sudah datang kesini ambil nomor antriannya,” ujar perempuan setengah baya yang minta namanya tidak dipublikasikan kepada AMOK Group, Kamis(10/3/2016) pukul 05.00 WIB dini hari.
Menurutnya antrian warga yang ingin mencairkan JHT hari ini(Kamis) membludak. Sayangnya tidak ada petugas yang berjaga untuk mengatur antrian. Akibatknya ratusan warga yang ada terpaksa berdesak-desakan saat mengantri.
“Jam 3 pagi sudah rame mas, itupun nomor antrian sudah diatas nomor 30. Apalagi petugas tidak ada yang nongol,”ujarnya kesal.
“Harusnya petugas security ditambah mas, kemarin(selasa,red) banyak ibu-ibu yang teriak karena terjepit saat mengantri,” ujarnya.
Pantauan dilapangan sekitar pukul 05.00 WIB, ratusan warga Batam masih mengantri di belakang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam I Nagoya untuk mencairkan dana JHT.
(red/dro)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok…
Kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu berdampak pada rantai pasok industri alat tulis kantor (ATK)…
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada…
Ketika konsumen mulai bertanya langsung ke Artificial Intelligence (AI) untuk mencari rekomendasi produk, jasa, hingga perusahaan terbaik,…
Dunia aset kripto kembali diwarnai oleh fluktuasi harga yang dinamis akibat situasi geopolitik global, Bitcoin…
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, hubungan antara ASEAN dan India dinilai justru…
This website uses cookies.