Antrian Warga di BPJS Ketenagakerjaan Batam
BATAM – Ratusan warga terpaksa berdesak-desakan saat mengantri mencairkan dana Jaminan Hari Tua(JHT) di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam I Nagoya, Kamis(10/3/2016) subuh.
“Ini masih mending mas, seminggu lalu banyak perempuan yang pingsan di depan saya saat ngantri,” ujar salah satu warga kepada AMOK Group pukul 05.00 WIB.
Pantauan dilapangan, meskipun ratusan warga sudah berdesak-desakan di belakang kantor BPJS, petugas security yang ada terlihat santai dan asyik mengobrol dipos Satpam yang berada dipintu depan kantor BPJS.
Adi, warga Batu Aji mengaku sudah mengantri sejak pukul 03.00 dini hari. Ia mengungkapkan sejak pengambilan nomor antrian dialihkan di pintu belakang kantor BPJS, petugas security yang ada tidak pernah terlihat untuk mengatur antrian warga.
“Mana ada securitynya mas, makanya jadi kacau gini,”ujarnya kesal.
Ia mengatakan petugas security yang ada terkesan menutup mata dan tidak perduli dengan kondisi warga yang mengantri, terutama ibu-ibu.
“Security yang jaga hanya 1 orang saja mas, itupun di pos depan, tidak pernah datang di pintu belakang sini,”terangnya.
Hingga pukul 06.45 WIB, petugas security masih membiarkan ratusan warga berdesak-desakan mengantri untuk mencairkan JHT di belakang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam I Nagoya.
(red/dro)
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.