Categories: Karimun

Berkas belum Lengkap, Usmantono Bisa Bebas Demi Hukum

Masa Penahanan Usmantono Berakhir Minggu ini

BATAM – swarakepri.com : Saiful Rahman, pengacara Usmantono selaku tersangka kasus dugaan korupsi Perusda Karimun mengungkapkan bahwa minggu ini masa penahanan kliennya akan berakhir. Dan jika sampai akhir masa penahanan tersebut berkas penyidikan belum lengkap atau P21 oleh penyidik, Usmantono harus bebas demi hukum.

“Masa penahanan Usmantono telah diperpanjang satu kali selama 40 hari. Jika pada akhir masa perpanjangan penahanan berkasnya belum P21, klien kami harus bebas demi hukum, tegas Saiful kepada swarakepri.com, Selasa malam(24/3/2015) pukul 20.15 WIB di Batam.

Saat ini menurut Saiful, berkas penyidikan kasus mantan Direktur Perusda Karimun periode 2010-2013 tersebut masih belum lengkap atau masih P19, padahal masa penahanan akan berakhir minggu ini.

Terkait dugaan korupsi yang disangkakan penyidik kepada Usmantono, Saiful menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik tidak transparan menyebutkkan mengenai kerugian negara pada kasus ini.

“Kita minta penyidik transparan, audit BPK tahun berapa yang digunakan penyidik untuk menyebutkan kerugian negara sebesar Rp 1,9 Miliar. Audit BPK tidak pernah ditunjukkan penyidik kepada kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa selama menjabat Direktur Perusda Karimun tahun 2010-2013, Usmantono hanya menerima bantuan penyertaan modal dari APBD Karimun sebesar Rp 1 miliar.

“Sekarang yang disangkakan 1,9 M, klien saya tidak pernah menerima sebesar itu,” tegasnya.

Menurut Saiful, dasar untuk menentukan adanya kerugian negara adalah hasil audit BPK. “Ada tidak kerugian negara pada kasus ini? kalau tidak ada, Usmantono harus bebas demi hukum,” terangnya.

Saiful juga mengatakan bahwa dalam kasus ini, kliennya adalah pihak yang dirugikan karena tidak mengetahui adanya kelebihan anggaran dari bantuan penyertaan modal APBD untuk Perusda Karimun pada saat ia menjabat sebagai Direktur Utama.

“Dia tidak tahu mengenai sisa anggaran tersebut. Siapa yang ambil? tapi kok yang disangkakan sebesar Rp 1,9 M? ujarnya heran.

Seperti diketahui tanggal 2 Februari 2015 lalu mantan Direktur Utama Perusda Karimun, Usmantono ditangkap oleh Polda Kepri dan ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Karimun sebesar Rp 1,9 miliar dari total modal yang disertakan sebesar Rp 9,6 miliar. Dan hingga saat ini sebanyak 24 orang telah diperiksa oleh penyidik sebagai saksi. (red/rudi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

1 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

2 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

2 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

2 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

2 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

3 jam ago

This website uses cookies.