Categories: BATAM

Berkas Perkara Tahap 2, Lisa Yulia Segera Jalani Sidang Kasus Korupsi PNPB Batam

BATAM – Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau(Kepri) telah melimpahkan berkas perkara tahap 2 tersangka Lisa Yulia mantan Direktur Operasional PT Bias Delta Pratama Tahun 2016, 2018 dan 2019 kepada Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaaan Negeri Batam pada kasus dugaan korupsi Pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada pelabuhan Batam Tahun 2015-2021.

Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Kepri, Aji Satrio Prakoso

“Perkembangan terbar(penyidikan) sudah tahap 2, berkas perkara segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,”kata Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Kepri, Aji Satrio Prakoso kepada SwaraKepri, Selasa 28 Oktober 2025.

Hal senada juga disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batam, Kejaksaan Negeri Batam, Priandi Firdaus. Ia mengungkapkan berkas perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan minggu depan.

“Rencana limpah(pelimpahan berkas perkara minggu depan,”ujarnya SwaraKepri, Selasa 28 Oktober 2025.

Seperti diketahui, Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau(Kepri) menetapkan Lisa Yulia(YL) selaku mantan Direktur Operasional PT Bias Delta Pratama Tahun 2016, 2018 dan 2019 sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi Pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada pelabuhan Batam Tahun 2015-2021.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Lisa Yulia dijebloskan ke tahanan Kejakasaan Tinggi Kepri. Penetapan tersangka ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Nomor Print-1585/L.10/ Fd.1/11/2024 tanggal 04 November 2024 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: Print–1519 /L.10.5/.Fd.1/10/2025 Tanggal 03 Oktober 2025.

Kasi Penkum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf menjelaskan bahwa perkara ini merupakan lanjutan dari perkara sebelumnya yang telah dilakukan proses persidangan dan telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) dengan terpidana Allan Roy Gemma (Direktur PT. Gemalindo Shipping Batam dan Direktur Utama PT. Gema Samudera Sarana), Syahrul (Direktur PT. Pelayaran Kurnia Samudra dan Direktur Utama PT. Segara Catur Perkasa), Hari Setyobudi(Kepala Kantor Pelabuhan Kelas I Batam) dan Heri Kafianto (Kepala Bidang Komersil Kantor Pelabuhan Laut Batam).

Kata Yusnar, PT. Bias Delta Pratama sejak tahun 2015-2021 merupakan Badan Usaha Pelabuhan(BUP) melaksanakan kegiatan Pemanduan dan Penundaan tanpa adanya suatu Kerjasama Operasional (KSO) dengan BP Batam pada wilayah perairan Kabil dan Batu Ampar, tidak terdapat Kerjasama Operasional (KSO) dengan BP Batam sejak tahun 2015-2018 dengan PT. Bias Delta Pratama, sehingga BP Batam tidak memperoleh bagi hasil yang sesuai dari pelaksanaan kegiataan pemanduan dan penundaan yang ilegal atau tidak berdasar dan hanya memiliki kerjasama berdasarkan Perka Nomor 16 Tahun 2012 terkait presentase 20% ditunjukan untuk Kapal Tunda.

“Namun kegiatan Pandu Kapal hanya berdasarkan kesepakatan perjanjian Kerjasama antara pihak penyedia (BUP) dan BP Batam sedangkan dalam perkara ini tidak ada dasar hukum terkait perjanjian Kerjasama tersebut sehingga PT. Bias Dellta Pratama tidak menyetorkan PNBP berupa bagi hasil kepada pihak BP Batam sebesar 20% dari Pendapatan dari Jasa Pemanduan dan Penundaan,”ujarnya seperti dalam siaran pers yang diterima SwaraKepri, Jumat 3 Oktober 2025.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk…

7 menit ago

Fakta Baru di Sidang Dju Seng, PH Jelaskan Soal Surat BP Batam ke KLHK

BATAM - Sidang perkara Dju Seng pada kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

3 jam ago

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap…

6 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

8 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

11 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

13 jam ago

This website uses cookies.