Pengadilan arbitrase internasional mengganggap perusahaan asal Kanada Blackberry Ltd telah melanggar kesepakatan dalam kontrak lisensi paten Nokia.
Blackberry bakal mematuhi putusan pengadilan tersebut dengan membayarkan ganti rugi senilai US$137 juta kepada Nokia.
Meski demikian, perusahaan asal Kanada tersebut berencana menggugat balik Nokia atas pelanggaran paten terhadap sebelas produk software dan peralatan jaringan BTS.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham Blackberry terkoreksi 1,9% di bursa saham Toronto. Sementara itu saham Nokia turun 2% di bursa Helsinki.
“Isu paten ke depan akan selalu muncul dari waktu ke waktu,” ujar Analis CIBC World Markets Todd Coupland seperti dilansir Reuters.
Sengketa kedua perusahaan tersebut bermula ketika kedua perusahaan mulai menjalin kesepakatan lisensi teknologi smartphone pada 2012.
Hanya saja, gugatan terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual umumnya dilakukan secara tertutup. Sebab perselisihan terkait paten bakal berpengaruh secara langsung terhadap investor dan resiko finansial perusahaan.
Sebelumnya, BlackBerry memenangkan gugatan sengketa paten senilai US$940 juta dari perusahaan pembuat chip, Qualcomm Inc awal tahun ini.
BlackBerry berencana meningkatkan pendapatan dengan lebih banyak memonetisasi linsensi kepada perusahaan teknologi lainnya. Blackberry saat ini tercatat memiliki lebih dari 40.000 lisensi paten.
Editor : Roni Rumahorbo
Sumber : Bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek melalui peningkatan…
Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola…
BATAM - Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice(LBH NVNJ) meminta Wali Kota Batam Amsakar…
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui…
Sajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan…
Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan…
This website uses cookies.