Categories: HUKUM

BNNP Kepri Tangkap Pengedar Ganja Asal Aceh

BATAM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau mengungkap jaringan pengedar ganja yang berasal dari Aceh dan menangkap 5 pelaku dengan barang bukti diamankan 10.640 gram ganja kering siap edar di Batam, Rabu, (1/3/2017) lalu.

Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol. Nixon Manurung mengatakan, penangkapan terhadap kelima pelaku berawal pada 1 Maret 2017, sekira pukul 17.00 WIB di Perumahan Pesona Mantang Blok A No.17 Kota Batam terhadap 2 orang laki-laki atas nama SB(30) WNI dan RA (31) WNI karena kedapatan memiliki Narkotika golongan I jenis ganja seberat bruto 900 gram.

“Awalnya dari kedua tersangka SB dan RA dirumhanya ditemukan ganja seberat 900 gram,” kata Nixon Manurung, Kamis (9/3/2017).

Kata Dia, Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka petugas mendapatkan informasi keberadaan narkoba di tempat lain, petugas kemudian melakukan pengembangan dan sekira pukul 19.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki atas nama F (39) WNI di pinggir jalan Rusun Batu Ampar karena kedapatan memiliki Narkotika golongan I jenis ganja seberat bruto 990.

Tidak cukup sampai disana petugas terus melakukan penyelidikan untuk mendapatkan kurir pemasok narkoba tersebut dari Aceh, sekira pukul 19.30 WIB di rumah F yang beralamat di Batu Merah, Kampung Baru, RT 01/08 Batam petugas melakukan penangkapan terhadap 2 orang tersangka atas nama Z (17) WNI dan M (29) WNI yang diduga sebagai kurir yang kedapatan memiliki ganja seberat bruto 8.750 gram dan membawa ganja tersebut dari Aceh.

Ia mengatakan, Jalur peredaran narkoba jenis ganja dari jaringan Aceh ini bermula dari tersangka M dan Z yang ditugaskan oleh A (DPO) bandar narkoba dari aceh untuk membawa dirigen berisikan ganja dengan total berat bruto 10.640 gram dari Kp. Krueng Haji, Kec. Sawang Kab. Bireun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ke Batam.

“Dari Lhokseumawe M dan Z menggunakan Bus Kurnia pergi ke medan, sesampainya di Medan mereka beristirahat di kedai kopi dan di jemput sebuah mobil Avanza dan diantarkan ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara menaiki kapal Pelni Kelud untuk menyeberang ke Batam,” tuturnya.

Sesampainya di Batam M dan Z membawa barang tersebut ke rumah Fdi Batu Merah Kota Batam Provinsi Kepri menggunakan taksi, F berencana mengedarkan ganja itu di Kota Batam.

“5 orang tersangka yang kesemuanya merupakan jaringan Aceh. Atas perbuatannya tersebut tersangka SB, RA, F, Z dan M dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 111 ayat (2)Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman mati atau seumur hidup,” pungkasnya.

 

 

Editor : Roni Rumahorbo

Sumber : Batamsatu.com

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

11 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

11 jam ago

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…

12 jam ago

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI

Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…

15 jam ago

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…

16 jam ago

PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema Kuasa Tuhan Bekerja

Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…

19 jam ago

This website uses cookies.