Categories: BISNIS

BP Batam Dorong 24 Kawasan Industri Dapatkan Fasilitas KLIK

BATAM – Badan Pengusahaan(BP) Batam mendorong 24 kawasan industri di Batam untuk memperbaiki manajemen, menyediakan lahan industri, memenuhi izin AMDAL dan melengkapi dokumen legalitas kawasan untuk memperoleh fasilitas Kemudahan Izin Langsung Konstruksi (KILK).

Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan bahwa melalui KILK, BP Batam akan memfasilitasi semua proses perizinan yang dibutuhkan oleh perusahaan agar dapat segera melaksanakan konstruksi pembangunan sementara proses pengurusan dokumen tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dari 24 kawasan industri di Batam, ada 7 kawasan masuk verifikasi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal, yang lulus verifikasi ada 4 kawasan industri yakni Batamindo, Kabil, Bintang dan West Point,” jelas Gusmardi saat acara coffee morning dengan Himpunan Kawasan Industri(HKI) Kepri, Kamis(2/2/2017)

Menurutnya, sementara ini ada 4 perusahaan akan menyusul untuk mendapatkan fasilitas KILK di Batam, antara lain PT KOH Brother (nilai investasi US$ 100 juta), PT Enerco RPO Internasional (nilai investasi US$ 90 juta), dan I-Net Data Center (nilai investasi S$ 40 juta) dan 1 perusahaan di Batamindo Industrial Park, yakni PT. Black Magic (nilai investasi US$ 4 juta)

“Ini tidak tertutup kemungkinan untuk menambah kawasan industri yang mendapat fasilitas KILK ke depan” terangnya.

Sementara itu Koordinator Wilayah HKI Kepri, Oka Simatupang mengatakan bahwa investasi di Kota Batam kini tidak hanya mempertimbangkan persaingan di tingkat lokal, melainkan juga merambah untuk maju bersaing di tingkat global.

“Sasaran kami, kawasan industri bisa memenuhi persyaratan, terutama green economy dan green industry sudah tertata seperti kawasan industri di negara lain,” terang Oka.

Kata dia, dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan, green economy perlu diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi resiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Sementara green industry itu sendiri merupakan komitmen setiap industri untuk mengembangkan kegiatan perindustrian yang ramah lingkungan.

“Kita arahnya memiliki kawasan industri yang bisa kita tawarkan bersamaan dengan kualitas kawasan industri seperti di luar sana,” jelasnya.

Nantinya lanjut Oka, sertifikasi yang dipegang oleh perusahaan dan atau kawasan industri terkait menjadi pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya supaya bisa bersaing tidak hanya di pasar dalam negeri.

“Berbagai macam sertifikasi yang dipegang itulah yang diminta investor, yang dipilih itu kalau sudah memenuhi syarat,” pungkasnya.

Siska

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Polisi Lidik Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Charisma School,Terlapor Diperiksa

BATAM - Penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Pengelola Charisma School Batam(CSB) pada…

10 jam ago

PT JUP Melakukan Perawatan IPA Hutan Kota, Pelanggan Diimbau Menyiapkan Cadangan Air Selama Pasokan Terganggu

PAM JAYA menginformasikan kepada pelanggan bahwa akan dilakukan pekerjaan perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan…

11 jam ago

Terjerat Kasus Sabu dan Liquid Vape, Amelia Agustina Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

BATAM - Terdakwa kasus narkotika jenis sabu(Golongan I) 2,89 gram dan catridge vape(Golongan II) 12…

13 jam ago

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara

Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli, PT Bank Rakyat Indonesia…

14 jam ago

Terjerat Kasus 176 Gram Sabu, Neni Susanti Divonis 10 Tahun Penjara

BATAM - Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap terdakwa Neni…

14 jam ago

Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Saham Nvidia Corporation (NASDAQ: NVDA) kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah mencatat kenaikan sekitar 12% sejak…

17 jam ago

This website uses cookies.