Categories: BISNIS

BP Batam Kunjungi URA Singapura

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan kunjungan ke Urban Redevelopment Authority (URA) di The URA Center, Maxwell Road Singapura, Kamis(6/10/2016).

 

Kunjungan ini dalam rangka mengembangkan konsep ideal untuk pembangunan Batam terkait peruntukan lahan dan pengembangan industri sistem teknologi dan informasi sebagai tindak lanjut kerjasama dengan Singapore Economic Development Board (EDB).

 

Selain URA dalam pertemuan tersebut turut hadir the Housing & Development Board (HDB) dan the Singapore Land Authorithy (SLA).

 

Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya, Purba Robert M. Sianipar mengatakan bahwa melalui kunjungan tersebut BP Batam memetik banyak pengalaman Singapura dalam pengembangan pemukiman yang relatif kumuh namun kemudian berkembang setelah dilakukan perencanaan dan pengembangan kota yang terstruktur dan sistematis.

 

“Melalui URA kita juga mempelajari bagaimana Batam nantinya bisa dikembangkan dari kondisi yang sekarang menjadi kondisi yang cukup modern. Pola pengembangan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan konsep perencanaan, pembuatan master plan dan kontrol pengembangan. Pemikiran jauh kedepan yg dijadikan pola oleh Singapura ini perlu di adaptasi oleh BP Batam dimana saat ini BP Batam sedang berkontribusi untuk memberikan masukan kepada Raperda tentang Penataan Ruang untuk Provinsi Kepri dan juga Revisi Peraturan Presiden no. 87 tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Batam,Bintan dan Karimun,” ujar Robert.

 

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab pihak URA, SLA dan HDB juga menjelaskan langsung kepada Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana, Eko Santoso Budianto, bahwa dalam tahap awal pengembangan konsep perencanaan terpadu dan terintegrasi sistem lahan untuk perbaikan, Singapura juga banyak mengalami kendala diantaranya adalah resistensi terhadap perubahan itu sendiri serta waktu yang cukup lama dalam mengembangan sistem online yaitu satu tahun untuk satu wilayah.

 

Namun, dengan sikap tegas dan komitmen Pemerintahnya, kendala yang ada dapat teratasi dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat itu sendiri.

 

Setelah menghadiri jamuan makan siang atas undangan Menteri Industri dan Perdagangan Singapura, Mr. Lim Hng Kiang di Swissotel the Stamford, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro bersama Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang IT yang tertarik untuk melakukan ekspansi usaha ke Batam.

 

Selain itu, BP Batam juga mengunjungi Singapore infocomm Technology Federation (SiTF), sebuah badan dibawah naungan Pemerintah Singapura untuk membantu para entrepreneur dalam pengembangan usaha dibidang teknologi informasi (startup).

 

Proses asistensi pemerintah Singapura terhadap para pengusaha baru ini mengambil waktu sekitar 6 bulan sampai mereka dapat berdiri sendiri.

 

BP Batam juga mempunyai sistem yang serupa semenjak 2013 yang bernama inkubator bisnis dan teknologi BP Batam bekerjasama dengan Politeknik Batam dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini masih terus dibenahi dan tingkatkan untuk membantu melahirkan pengusaha-pengusaha handal yang berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia dan terutama Batam.

 

Kedepannya, Batam tidak dapat mengandalkan industri elektronik saja namun perlu mengakselerasi pembangunan Batam dengan memberi nilai tambah tinggi yang bisa didapat dari perusahaan yang bergerak di industri IT yang sedang sangat pesat perkembangannya didunia.

 

“Best Practices apa yg kita lihat di Singapura ini sangat bermanfaat untuk BP Batam dengan membawa strong team yang dapat melihat peluang-peluang yang bisa dikembangkan di BP Batam untuk meningkatkan kinerjanya,” tutup Robert.

 

 

HUMAS BP BATAM

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

3 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

6 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

8 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

9 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

9 jam ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

10 jam ago

This website uses cookies.