Categories: BISNIS

BP Siapkan Sistem Tracking Peredaran Rokok di Batam

BATAM – Maraknya peredaran rokok non cukai melebihi batas kawasan yang ditentukan kian memprihatinkan. Produk bebas cukai ini selain tidak menambah devisa juga berpotensi merugikan negara apabila peredarannya tidak terkontrol.

Khusus kawasan FTZ Batam, rokok non cukai yang beredar legal di Batam telah diberi label “Khusus Kawasan Bebas Batam” pada kemasannya. Hal tersebut disesuaikan dengan aturan yang tercantum dalam Perka 15 BP Batam.

“Kami lebih memperketat lagi dengan pemberian label Khusus Kawasan Bebas Batam untuk rokok, sedangkan di Bintan dan Karimun yang mengacu pada PMK 47, mereka biasanya memberi label Khusus Kawasan Bebas,” jelas Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra, Rabu (29/3).

Aturan ini merupakan hasil kesepakatan dengan Bea Cukai dengan tujuan apabila rokok beredar di daerah lain maka mudah untuk mengidentifikasinya.

Kata Novi, pemberlakuan aturan tersebut menegaskan bahwa jika ditemui ada rokok tanpa label yang ditetapkan, maka diduga rokok tersebut tak berizin edar di Batam dan dipasok dari daerah lain di luar kawasan khusus Batam.

BP Batam sendiri telah menetapkan kuota batang rokok yang boleh beredar di Batam, yakni 400.896.485 batang/tahun. Kuota tersebut diberikan kepada 33 pabrik rokok PMA dan PMDN, yang mengantongi izin usaha industri dari BP Batam.

“Kuota tersebut kita hitung sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat, kalau berlebihan maka akan merembes ke daerah lain,” ungkap Novi.

Kini, BP Batam tengah mempersiapkan sistem untuk mencegah kebocoran peredaran rokok Khusus Kawasan Bebas Batam ke luar daerah Batam.

“Kita mau bikin tracking sistem barang bebas cukai tujuannya untuk mengontrol produksi pabrik yang memproduksi rokok bebas cukai,” jelas Novi.

Ia menyebutkan tahun 2017 ini BP Batam sudah mulai membahas penyiapan sistem tersebut agar hasil produksi pabrik tetap bisa terkontrol dan tidak melebihi kuota yang ditetapkan.

Tri Novianta Putra juga menjelaskan jika ada suatu mekanisme yang harus dijalani untuk melakukan pencabutan Izin industri rokok suatu usaha apabila terbukti melanggar peraturan di Batam.

“Biasanya ada rokok yang dijual di Batam, tetapi juga dijual di daerah lain, tapi sekarang bukan hanya rembesan, tapi rokok dari daerah lain masuk juga kesini, nah pengawasan ini dilakukan oleh Bea Cukai, mereka yang akan melakukan audit dan pemeriksaan berkaitan dengan rokok rembesan itu,” ungkap Novi.

Berdasarkan audit dan pemeriksaan tersebut, Direktorat Cukai Bea Cukai berwenang mengajukan rekomendasi pencabutan izin usaha kepada Badan Pengusahaan yang menerbitkan izin usaha perusahaan tersebut.

“Direktorat Cukai Bea Cukai mengusulkan ke BP Batam untuk dicabut SK nya, mekanismenya seperti itu di PMK 47,” terang Novi.

Sementara berdasarkan hasil survey BP Batam, dari 10 merek rokok di Batam, hanya terdapat 2 merek rokok yang diproduksi di Batam, sedangkan sisanya diduga diproduksi dari kawasan bebas lainnya.

 
Penulis : Siska

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Fakta Baru di Sidang Dju Seng, PH Jelaskan Soal Surat BP Batam ke KLHK

BATAM - Sidang perkara Dju Seng pada kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

58 menit ago

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap…

4 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

6 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

9 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

11 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

11 jam ago

This website uses cookies.