Categories: Headlines

Dendi Poernomo : Kejati Kepri tidak Temukan Tipikor di Bapedalda Batam

BATAM – swarakepri.com : Kepala Badan Pengendalian dan Dampak Lingkungan(Bapedalda) Kota Batam, Dendi Poernomo mengaku bahwa hasil penelitian dan penyidikan Kejaksaan Tinggi(Kejati) Kepri tidak menemukan adanya Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) pada penerbitan Ijin Gangguan(HO) di Bapedalda Batam seperti yang dilaporkan HS ke Kejati Kepri pada bulan september 2012 silam.

Tanpa bersedia menyebutkan kapan hasil penyelidikan Kejati Kepri itu diperolehnya, Dendi mengaku sudah mengetahui hasil penyelidikan Kejati Kepri yang menyatakan tidak ada tipikor di Bapedalda Batam pada awal tahun 2013 ini.

“Sepanjang yang sy tau,hasil dr kajati tidak ditemui adanya tipikor,” ujar Dendi lewat pesan pendek dari telepon selulernya, sabtu malam lalu(13/7/2013) pukul 20.23 WIB.

Dendi juga menegaskan bahwa mengenai laporan HS(warga batam) mengenai adanya dugaan tipikor pada penerbitan Ijin Gangguan(HO) di Bapedalda Batam, pihak Kejari Kepri sudah melakukan penelitian dan hasilnya Tim Kejati tidak menemukan indikasi adanya tipikor di Bapedalda Batam.

“Iya itu, tidak ditemukan indikasi dugaan tipikor di bapedal seperti yang dilaporkan,” ujar Dendi

Pernyataan HS yang menyebutkan kasus ini mengendap di Kejari Kepri seperti yang diberitakan sebelumnya dimedia ini juga dibantah oleh Dendi. Ia menyebut laporan dugaan korupsi tidak mengendap dan sudah ditindak lanjuti oleh Kejari Kepri dengan melakukan “penelitian” kepada banyak saksi dan hasilnya tidak ditemui adanya tipikor.

Namun ketika disinggung mengenai kapan hasil “penelitian” dari Kejati Kepri diperolehnya, Dendi mengaku memperoleh informasi tersebut pada tahun 2013 ini namun untuk waktu persisnya ia mengatakan tidak mengingatnya.

Sementara itu Kepala Seksi Penyidikan(Kasi Dik) Kejati Kepri, H Padely,SH,MH ketika dikonformasi menegaskan Kejati masih tetap melakukan penyelidikan dan terus melakukan pengumpulan data terkait dugaan kasus tipikor di Bapedalda Batam.

“Sampai saat ini kasus dugaan tipikor belum ada SP3(Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Kita sudah memeriksa beberapa pihak termasuk pelapor sendiri,” ujarnya melalui sambungan telepon, malam ini, Senin(15/7/2013).

Ketika disinggung mengenai pernyataan dari Dendi Poernomo yang menyebutkan bahwa hasil penyidikan Kejati Kepri tidak menemukan adanya indikasi tipikor pada penerbitan HO di Bapedalda Batam, Padely tidak membantah, namum ia mengaku tidak etis menyampaikan informasi hasil penyidikan melalui sambungan telepon dan menganjurkan awak media ini untuk melihat langsung
data yang diperoleh penyidik.

“Rekan-rekan wartawan yang lain sudah melihat langsung data hasil penyidikan kasus tersebut, kalau mau tahu lebih jelas, datang saja ke Kantor Kejati,” tandasnya.(red)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname…

4 jam ago

Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari…

4 jam ago

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Parepare, Januari 2026 - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare memastikan seluruh layanan terminal…

6 jam ago

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Lokasoka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan menggandeng ratusan UMKM lokal untuk menghadirkan koleksi hampers…

8 jam ago

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel…

8 jam ago

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Direksi PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menggelar pertemuan bersama komunitas pengguna KRL di Loko…

8 jam ago

This website uses cookies.