Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Pada Nataru 2024/2025, volume pengiriman tercatat sebesar 2.789 ton, sementara pada periode Nataru tahun ini meningkat menjadi 3.073 ton. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI Logistik khususnya layanan ritel yang mengambil peran dalam momen strategis seperti libur panjang akhir tahun.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa selama periode layanan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, peningkatan volume tercatat hingga 40% pada masa puncak pengiriman dibandingkan periode hari reguler, sementara pengiriman didominasi oleh paket dan sepeda motor. “Pengiriman paket tercatat mencapai 1.882 ton, diikuti pengiriman sepeda motor sebesar 1.067 ton. Selain itu, KAI Logistik juga mengelola pengiriman hewan sebesar 78 ton, serta berbagai jenis barang lain seperti sepeda, tanaman, barang elektronik, dan dokumen dengan total sekitar 46 ton,” ujar Aniek.
Aniek menjelaskan, peningkatan volume tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat. “Momentum libur semester mahasiswa serta tingginya pergerakan wisatawan selama periode Nataru. Menurutnya, layanan unggulan ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengirimkan berbagai keperluan pribadi, baik ke kampung halaman maupun ke kota tujuan wisata,” lanjut Aniek.
Selain faktor tersebut, kebijakan pembatasan bagasi penumpang kereta api juga mendorong pemanfaatan layanan logistik ritel. Dengan batas maksimal bagasi gratis sebesar 20 kilogram, layanan pengiriman ritel yang ditawarkan KAI Logistik menjadi alternatif pengiriman bagi penumpang yang membawa barang berlebih maupun oleh-oleh sepulang berwisata.
Sementara, dari sisi tujuan, tren pengiriman selama Nataru didominasi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, D.I. Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung. Untuk menjaga kelancaran distribusi ke wilayah-wilayah tersebut, KAI Logistik melakukan berbagai langkah antisipatif pada aspek operasional di antaranya penambahan kapasitas angkut hingga 20 ton per hari, yang dialokasikan masing-masing 10 ton untuk jalur KA Utara dan jalur KA Tengah pada tanggal tertentu selama periode puncak akhir Desember.
Selain penambahan kapasitas, perusahaan juga mengoptimalkan jaringan distribusi melalui penguatan armada trucking, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX, serta perluasan jangkauan layanan yang kini mencapai 284 titik Service Point. “Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan dan berinovasi untuk mendukung distribusi logistik masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi, sekaligus berkontribusi terhadap sistem logistik nasional yang berkelanjutan,” tutup Aniek.
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III…
Jakarta, Januari 2026 - Aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin, akhirnya menunjukkan pergerakan positif yang…
Di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan mengukuhkan posisinya sebagai titik krusial…
Jakarta, 12 Januari 2026 — Tokocrypto memperkuat upaya membangun kepercayaan pengguna dengan menerapkan Proof of Reserves (PoR) atau…
PT Railink mencatat pertumbuhan signifikan jumlah penumpang sepanjang tahun 2025. Total penumpang KAI Bandara di…
Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pelayanan alih daya yang professional dan memiliki standar operasional yang…
This website uses cookies.