Categories: BATAM

Gordon Silalahi Minta 2 Saksi Dihadirkan Kembali di Persidangan, Ini Alasannya

BATAM – Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan atau penggelapan dengan terdakwa Gordon Hassler Silalahi kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam pada Selasa 30 September 2025.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Vabiannes Stuart Wattimena dihadiri Jaksa Penuntut Umum(JPU) Abdullah dan Susanto Martua, Tim Penasehat Hukum terdakwa. Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi-saksi dari JPU.

Usai persidangan, PH Gordon Silalahi, Niko Nixon Situmorang menjelaskan bahwa dari keterangan dari saksi-saksi yang hadir pada sidang kali ini tidak ada yang menyebut terdakwa secara sengata melakukan penipuan.

“Ternyata tidak ada satu pun saksi yang menyebut Gordon secara sengaja melakukan penipuan. Saksi yang dihadirkan jaksa justru lebih banyak menjelaskan prosedur pemasangan air, bukan unsur tindak pidana,”ujarnya.

Nixon juga menyampaikan bahwa saat persidangan, pihaknya juga meminta dua orang saksi yakni Ikwan Rotib Nasution(pelapor) dan Henri(Direktur PT Nusa Cipta Propertindo) untuk dihadirkan Kembali di persidangan. Kata dia, saksi Hendri pada persidangan sebelumnya mengaku tidak pernah menyuruh Ikwan untuk membuat laporan.

Menurut Nixon, dasar hukum untuk menghadirkan kembali saksi sudah jelas, yakni Pasal 160 dan 165 KUHAP, yang memungkinkan mendengarkan keterangan ulang meski saksi pernah diperiksa di persidangan.

“Kami ingin cross-check siapa yang sebenarnya mengalami kerugian dan dari mana sumber dana yang disebut dalam perkara ini,” ujarnya.

Namun demikian, permohonan PH Gordon Silalahi tersebut ditolak Majelis Hakim dan memerintahkan Jaksa tetap melanjutkan agenda persidangan.

“Kami khawatir kebenaran yang sesungguhnya tidak terungkap di persidangan,”pungkasnya.

Massa Aksi Solidaritas saat menyampaikan orasi di depan Kantor PN Batam.

Tuntutan untuk menghadirkan kembali saksi Ikwan dan Hendri di persidangan juga disuarakan oleh puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Solidaritas saat menggelar aksi damai di depan ilan Negeri Batam usai persidangan.

“Hakim Yang Mulia, kami minta hadirkan Hendri dan Ikwan di persidangan berikutnya, karena itu perintah undang-undang. Kami berharap ada keadilan dari Hakim. Hakim harus dengar rakyat, hadirkan Hendri, hadirkan Ikwan…”kata Moody Arnold Timisela, Ketua Aksi Solidaritas dalam orasinya.

Moody menegaskan bahwa aksi solidaritas yang ada untuk menuntut keadilan atas Gordon Silalahi.

“Kami menuntut keadilan, sebesar apapun kebenaran itu dibungkam, ia akan mencari jalannya sendiri untuk muncul ke permukaan, inilah mulai muncul kebenaran-kebenaran itu,”tegasnya.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan aksi solidaritas bertemu dengan pihak Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Batam untuk menyampaikan tuntutan mereka./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas 169,34 Persen

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…

2 jam ago

Lebih dari 1 juta Ton Barang Diangkut via Kereta Kontainer, Setara Mengurangi Pergerakan Hampir 60 Ribu Truk di Jalan Raya

Pada Mei 2026, KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622…

2 jam ago

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?

Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting…

2 jam ago

Perjalanan Irham Mengembangkan Diri di BINUS @Bandung

Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di…

3 jam ago

BINUS Dorong Pasar Bunga Rawa Belong Jadi Destinasi Florikultura

BINUS University terus memperkuat revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong sebagai pusat florikultura terbesar di Asia…

3 jam ago

Perluas Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Bawa Promo Bunga 0% ke Sumatera Barat

Padang, 9 Juni 2026 – Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek…

3 jam ago

This website uses cookies.